logo


Dalam Kampanye, Trump Sebut Virus Covid-19 sebagai Kung-Flu

Trump menyebut virus Sars-Cov-2 dengan istilah Kung Flu

22 Juni 2020 17:15 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump national Review

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama ini telah menyebut virus Sars-Cov-2 atau virus Corona Covid-19 sebagai "virus China" yang mendapat kecaman dari berbagai pihak karena hal tersebut memicu adanya sejumlah tindakan kekerasan dan pelecehan yang dialami oleh warga keturunan Asia di AS dan Kanada.

Donald Trump menilai penggunaan istilah tersebut sebagai sebuah hal yang wajar mengingat virus tersebut muncul pertama kali di China.

Namun, dalam rangkaian kampanyenya pada bulan Juni ini, Trump bahkan menyebut virus Covid-19 sebaga "Kung Flu".


Korea Utara Siapkan Balasan untuk Korea Selatan atas Aksi Penyebaran Propaganda

"Virus ini memiliki nama yang lebih banyak daripada penyakit lain sepanjang sejarah. Saya bisa menamainya 'kung flu'. Saya bisa menamakannya dengan 19 versi nama berbeda lainnya," ujar Trump dalam kampanyenya di Tulsa, Oklahoma pada Sabtu (20/6).

;

Seperti diketahui, Amerika Serikat merupakan negara dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia dengan 2.25 juta kasus dan lebih dari 120 ribu kematian. Langkah penanganan pemerintahan AS terkait wabah tersebut juga mendapat berbagai kecaman.

Sejak tahap awal pandemi, penggunaan istilah 'virus China' dalam menyebut virus Corona Covid-19 dianggap oleh sejumlah aktifis HAM sebagai upaya untuk menumbuhkan Xenophobia atau ketakutan atau ketidaksukaan terhadap etnis keturunan Asia di AS.

Trump sendiri diketahui menyalahkan pemerintah China yang telah menyebarkan virus Covid-19 ke seluruh dunia tanpa menyertakan bukti. Ia juga mengatakan bahwa virus Sars-Cov-2 telah 'dibocorkan' dari sebuah laboratorium di Wuhan. China menyebut Trump tidak mau disalahkan atas tingginya kasus dan kematian akibat Covid-19 di AS.

Militer Korsel Siapkan Balasan atas Ancaman Korea Utara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia