logo


PBB Segera Lakukan Penyelidikan Terkait Isu Rasisme di AS

Dewan Hak Asasi Manusia PBB akan segera melakukan penyelidikan terkait adanya perlakuan rasisme yang dialami oleh kelompok minoritas dari pemerintah

20 Juni 2020 11:57 WIB

Aksi Demo atas insiden kematian warga kulit hitam AS, George Floyd, ditangan oknum petugas polisi
Aksi Demo atas insiden kematian warga kulit hitam AS, George Floyd, ditangan oknum petugas polisi istimewa

JENEWA, JITUNEWS.COM - Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Jumat (19/6) mengutuk adanya tindakan brutal yang diikuti dengan diskriminasi rasial menyusul kematian George Floyd di Minneapolis pada bulan lalau, dan meminta adanya sebuah laporan atas tindakan rasime sistematik terhadap orang-orang kulit hitam.

Untuk itu, Petinggi Dewan HAM PBB Michelle Bachelet berencana untuk melakukan pemeriksaan terkait respon pemerintah atas aksi protes damai, termasuk dugaan penggunaan kekuatan militer.

Philonise Floyd, saudara dari George Floyd, mendesak PBB untuk turun tangan dalam menyelidiki tindakan brutal polisi Amerika dan diskriminasi rasial yang ada di negara tersebut.


Virus Covid-19 Sudah Ada di Italia pada 18 Desember 2019

Permintaan Philonise tersebut mendapat tanggapan baik dari sejumlah perwakilan negara yang ada dalam lembaga tersebut.

"Hal ini sangat penting bagi Afrika...Dewan HAM telah mendengar permohonan dari orang-orang Afrika dan keturunannya, yang meminta adanya perlakuan yang adil dan penerapan kesetaraan hak unntuk semua orang," ujar perwakilan Burkina Faso, Dieudonné W. Désiré Sougouri, dikutip dari Reuters pada Sabtu (20/6).

Sementara itu, sejumlah perwakilan negara-negara barat, termasuk Australia, Jerman, Italia, Polandia, dan Uni Eropa meminta PBB untuk tidak hanya menyalahkan Amerika Serikat saja.

"Permasalahan ini tidak hanya milik satu negara saja, ini merupakan masalah seluruh dunia," ujar perwakilan Australia, Sally Mansfield.

Hal senada juga disampaikan oleh Dubes Jerman Michael Ungern-Sternberg.

"Kami akan lebih yakin jika laporan tersebut didapatkan dari pendekatan yang lebih luas dan tidak hanya berfokus pada satu kasus saja," imbuhnya.

Konflik China-AS Lebih Buruk daripada Perang Dingin Rusia-AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia