logo


Pasar Tradisional Dibuka Kembali, Menko PMK: Gairah Ekonomi Akan Segera Terwujud

Muhadjir Effendy mengapresiasi upaya pemerintah daerah yang telah membuka kembali aktivitas pasar tradisional

19 Juni 2020 20:45 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri terkait Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Wilayah Perkotaan, Jumat (19/6).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri terkait Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Wilayah Perkotaan, Jumat (19/6). Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi upaya pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota yang telah membuka kembali aktivitas pasar tradisional di masa transisi new normal.

"Saya sangat mengapresiasi kepada gubernur, wali kota, yang telah memberikan prioritas dan secara sungguh-sungguh memfungsikan kembali dan menggairahkan kembali pasar-pasar tradisional," ujar Muhadjir saat memimpin Rapat Tingkat Menteri terkait Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Wilayah Perkotaan, Jumat (19/6).

Ia mengatakan pasar tradisional memiliki peran sangat vital dalam upaya menggairahkan kehidupan ekonomi. Pasalnya, pasar tradisional adalah supply change mata rantai ekonomi terutama di lapisan paling bawah yaitu usaha kecil dan mikro.


Penyaluran Bansos Capai 95%, Menko PMK: Masih Perlu Ada Langkah yang Lebih Agresif

"Kalau pasar tradisional ini bisa hidup dan aman dari Covid, insyaallah gairah ekonomi akan segera terwujud. Memang ini pekerjaan tidak mudah, tapi kalau kita terus kerja keras maka kita akan bisa mengatasinya," katanya.

Seperti dilaporkan oleh hampir seluruh kepala daerah yang hadir, baik gubernur maupun wali kota, upaya rehabilitasi dan rekonstruksi di tengah pandemi Covid-19 salah satunya yakni pada sektor ekonomi.

Pasar tradisional diklaim sebagai urat nadi kehidupan perekonomian masyarakat terutama di kalangan bawah, termasuk 65 juta tenaga kerja yang bergerak di usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Namun perlu diingat bahwa yang paling utama ialah tetap mengikuti aturan protokol kesehatan. Musim covid ini bagaimanapun harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merekonstruksi, mentransformasi Indonesia menjadi lebih baik," tegasnya.

Namun tak kalah penting, imbuh Muhadjir, pemerintah daerah juga perlu memiliki sense of crisis. Artinya dalam kondisi krisis seperti saat masa pandemi Covid-19 ini maka yang paling dibutuhkan ialah kerja keras dan juga komitmen.

"Kita semua harus betul-betul memiliki sense of crisis. Sebab kalau kita tidak sungguh-sungguh dan menghayati betul makna sense of crisis itu maka kita tidak akan mampu menyelesaikan persoalan pandemi ini bahkan akan terperosok ke masalah yang lebih dalam," tandasnya.

Seraya menutup rapat, Menko Polhukam Mahfud MD juga menyatakan hal serupa. Bahwasanya kerja keras menjadi salah satu kunci sukses dalam mengatasi Covid-19, selain kreativitas pemerintah serta kedisiplinan masyarakat.

Untuk diketahui pada rapat telekonferensi tersebut hadir Menkes, Mendikbud, Menag, Kasum TNI, Menko Polhukam, Wamenkeu, Menkominfo, perwakilan Mendagri, para kepala daerah yakni gubernur dan wali kota.

Sejumlah kepala daerah turut menyampaikan upaya dalam mengatasi Covid-19 di daerah masing-masing, pencapaian, begitupun strategi yang dilakukan. Diantaranya ialah banyak yang telah membentuk kampung tangguh siaga covid dan semacamnya.

Pembangunan SDM, Pemerintah Komitmen Wujudkan Perlindungan Sosial

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata