logo


Produksi Pangan Disebut Aman Sepanjang 2020, Firman Soebagyo: Kementan Jangan Asal Klaim

Apabila klaimnya itu ternyata diluar prediksinya meleset, maka hal ini bisa saja dimanfaatkan oleh oknum atau mafia pangan untuk masuk dan mengacaukan stok pangan.

19 Juni 2020 19:57 WIB

Politisi Golkar, Firman Soebagyo
Politisi Golkar, Firman Soebagyo Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pemerintah diingatkan oleh DPR agar dapat berhati-hati dalam membuat pernyataan jika produksi pangan diperkirakan aman sepanjang tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI saat menanggapi pernyataan dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang menyebut ketersediaan beras nasional hingga akhir 2020 diperkirakan aman dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Karena pemerintah sudah menjamin panen raya diperkirakan akan mencapai 4,5 juta ton/hari. Artinya bahwa itu bagus, tetapi pemerintah juga harus waspada karena iklim kemarau ini kan juga harus duprediksi dan kemudian tingkat produksi pangan di tiap daerah juga tidak sama seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan di provinsi lainnya semua tidak sama,” kata Firman di Jakarta, Jumat (19/6/2020).


Jaga Psikologi Pasar, Pemerintah Diminta Pastikan Stok Pangan Jelang Ramadan

Politisi Senior Partai Golkar ini menuturkan, Kementan jangan asal main klaim bila stok pangan akan aman sampai akhir tahun.

Menurutnya apabila klaimnya itu ternyata diluar prediksinya meleset, maka hal ini bisa saja dimanfaatkan oleh oknum atau mafia pangan untuk masuk dan mengacaukan stok pangan.

Firman mengatakan, gejolak ini bisa menjadi objek daripada namanya pelaku di sektor pangan atau mafia pangan bisa bergerak memainkan peran.

Maka dari itu harus dicroscek lagi, karena untuk produksi pangan ditingkat daerah itu kan tdk sama tergantung kondisi kanan yg ada dan juga kesuburan lahannya. Apalagi, bila ada unsur hara tanahnya itu dibawah 3 persen pastinya itu tidak bisa panen diatas 4 sampai 5 ton.

“Oleh karena itu, mereka harus hati-hati menetapkan produksi pangan jangan sampai lengah. Lengah dalam arti prediksinya tidak tepat sehingga nanti akan berpengaruh pada stok pangan nasional. Kalau itu terjadi makan bisa menimbulkan gejolak dimasyarakat,” tuturnya.

Firman menjelaskan, sedari saat ini Kementan sudah mulai harus menginventarisir lahan pertanian di tanah air ini ada berapa jumlahnya dan kemudian pemerintah harus melakukan test lahan terhadap unsur haranya sampai berapa persen, kemudian irigasi teknisnya itu masih berfungsi atau tidak dan tentunya kesiapan-kesiapan lain tenaga manusia karena semuanya belum tersentuh mekanisasi ini semua harus diperhitungkan.

“Jadi semua ini tidak bisa seperti hanya matematika atau menggunakan angka ramalan yang rata-rata ditargetkan dengan 6 ton. Dan data-datanya haruslah akurat, jangan sampai ada gejolak kedepan pada pangan kita,” pungkasnya.

Fadli Zon: Cetak Sawah Bukanlah Jawaban Atas Krisis Pangan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar