logo


Trump Gagal Tangani Isu Ketidakadilan Rasisme, Asisten Sekretaris Negara AS Mundur

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Legislatif Mary Elizabeth Taylor mengundurkan diri

19 Juni 2020 16:00 WIB

Gedung Putih AS
Gedung Putih AS istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Legislatif Mary Elizabeth Taylor dalam sebuah surat kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan dia mengundurkan diri dari posisinya karena tidak setuju dengan pernyataan dan tindakan Presiden Donald Trump seputar ketidakadilan rasial terhadap orang Amerika-Afrika-Amerika di Amerika Serikat.

"Pernyataan dan tindakan Presiden (Donald Trump) mengenai ketidakadilan rasial dan warga kulit hitam Amerika sangat bertentangan dengan nilai-nilai inti dan keyakinan saya. Saya harus mengikuti perintah hati nurani saya dan mengundurkan diri dari jabatan Asisten Sekretaris Negara untuk Urusan Legislatif."

Taylor adalah wanita Afrika-Amerika pertama yang mengisi posisi di Departemen Luar Negeri dan telah bertugas sejak Oktober 2018.


Terlibat Aksi Spionase, Dua Warga Kanada Dihukum Penjara oleh China

Kabar yang beredar menyebut bahwa Taylor sempat mengirimkan pesan kepada timnya yang menyatakan bahwa kematian Floyd sangat mempengaruhinya.

Ketika protes terhadap ketidakadilan rasial setelah kematian George Floyd ditangan oknum polisi meletus di kota Minneapolis, Trump memposting cuitan di Twitter pribadinya bahwa "ketika penjarahan dimulai, aksi penembakan juga akan dimulai".

Kata-kata tersebut pertama kali digunakan oleh kepala kepolisian Miami pada tahun 1967 sebagai tanggapan atas tindakan keras departemennya terhadap "para penjahat muda" yang menurutnya mengambil keuntungan dari gerakan hak sipil.

Bukunya Berisi Banyak Informasi Rahasia, Pompeo Sebut John Bolton sebagai Pengkhianat Negara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia