logo


Bukunya Berisi Banyak Informasi Rahasia, Pompeo Sebut John Bolton sebagai Pengkhianat Negara

Sekretaris Negara AS menyebut mantan penasihat keamanan nasional AS, John Bolton sebagai seorang pengkhianat, dan buku yang ditulisnya berisi banyak informasi salah

19 Juni 2020 15:00 WIB

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo
Sekretaris Negara AS Mike Pompeo istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo menyebut buku yang dibuat oleh mantan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton mengandung banyak informasi salah. Pompeo bahkan menyebut Bolton sebagai pengkhianat.

Pada Rabu (17/6) lalu, sejumlah media AS bahkan internasional ramai-ramai mengutip apa yang ditulis Bolton dalam bukunya "Room Where It Happened: A White House Memoir" yang rencananya akan segera dirilis pada 23 Juni mendatang.

Di dalam buku tersebut, Bolton menuduh Presiden Donald Trump telah menyalahgunakan kekuasaannya dalam sejumlah kasus, termasuk meminta bantuan China agar ia dapat memenangkan pilpres AS tahun 2020 ini.


Twitter Kembali Labeli Cuitan Trump Soal Anak Kecil yang Rasis Sebagai Manipulasi Media

Tak hanya itu, Bolton juga mengklaim bahwa Trump sebenarnya telah dimanipulasi dan sangat mudah terpengaruh dengan sejumlah pemimpin negara asing seperti China, Rusia, Turki, dan Korea Utara.

"Saya belum membaca bukunya, namun dari kutipan dari media yang saya lihat, John Bolton telah menyebarkan sejumlah kebohongan," ujar Pompeo dalam cuitannya pada Kamis (18/6).

"Sangat menyedihkan dan berbahaya mengetahui bahwa apa yang dipublikasikan John Bolton merupakan tindakan seorang pengkhianat yang merusak Amerika dan mencederai kepercayaan rakyat," imbuhnya.

Pada Selasa awal pekan ini, Kementerian Hukum AS melayangkan gugatan kepada Bolton dan meminta dihentikannya peluncuran buku tersebut. Mereka menuding buku tersebut banyak berisi informasi-informasi rahasia negara.

Terlibat Aksi Spionase, Dua Warga Kanada Dihukum Penjara oleh China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia