logo


Kiat Sukses Berkebun Semangka Tanpa Biji

Semangka tanpa biji atau biasa disebut semangka seedless adalah semangka hibrida Fi juga. Namun tetua atau induknya masing-masing berasal dari tetua betina semangka tetraploid (4n) dengan tetua jantan semangka diploid (2n).

19 Juni 2020 13:39 WIB

Semangka tanpa biji
Semangka tanpa biji Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Semangka adalah salah satu buah populer yang cukup dikenal masyarakat. Semangka memiliki banyak varietas, salah satunya yang paling dikenal adalah semangka tanpa biji.

Semangka tanpa biji atau biasa disebut semangka seedless adalah semangka hibrida Fi juga. Namun tetua atau induknya masing-masing berasal dari tetua betina semangka tetraploid (4n) dengan tetua jantan semangka diploid (2n). Oleh karena itu, semangka ini disebut juga semangka hibrida triploid.

Semangka tanpa biji sudah sejak lama dibudidayakan oleh masyarakat. Membudidayakan semangka tidaklah sulit, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyediakan benih semangka tanpa biji. Anda dapat membelinya di toko-toko pertanian atau di toko online.


Klik! Ketahui 7 Fakta Ini Sebelum Anda Membeli Semangka

Hal yang tak luput dari perhatian adalah lokasi penanaman ideal. Semangka sendiri bisa ditanam di daerah mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1.000 m dpl.

Selanjutnya, sebelum melakukan proses penanaman, lakukan persemaian pada pot/polibag atau blok tanah. Semai satu biji di setiap pot. Gunakan media tanam persemaian berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.

Langkah berikutnya, siapkan dan olah lahan yang akan ditanami semangka. Buat guludan dengan lebar 3,6 m. Pilihan sistem Budi dayanya bisa dengan mulsa atau tanpa mulsa, buat lubang tanam ukuran 40 cm x 40 cm x 30 cm dengan jarak lubang tanam 1 m x 2 m, kemudian beri pupuk kandang sebanyak 10-20 ton/ha.

Setelah itu, tanam bibit setelah berdaun dua helai (berumur 4 minggu) atau bibit sambungan yang telah berdaun 2-3 helai.

Nah, jika ada bibit yang mati setelah dipindahkan ke lahan, segera lakukan penyulaman 3-5 hari setelah tanam. Selain itu, jangan lupa berikan pupuk berupa campuran 100 kg urea, 200 kg TSP, dan 100 kg KCl per ha. Berikan lagi pupuk, yaitu umur dua minggu dan tiga minggu setelah tanam.

Perlu diingat, setiap tanaman sebaiknya cukup dipertahankan 2 buah. Untuk menghindari warna yang kurang merata akibat terkena sinar matahari, buah sebaiknya rutin dan sering dibolak-balik.

Setelah 10-120 masa tanam, buah semangka pun sudah bisa dipanen. Satu buah semangka yang dipanen ukurannya dapat mencapai 5-8 kg/tanaman.

Dalam membudidayakan semangka kerap dijumpai kendala. Kendala ini biasanya timbul saat memasuki musim hujan. Budidaya semangka yang masuk pada musim hujan dapat menyebabkan semangka berkurang rasa manisnya.

Selain itu, adanya serangan penyakit pada musim hujan, terutama kutu kuning dan hijau yang dapat menyebarkan penyakit virus mozaik serta hama-hama lain

Acuan Jitu Memilih Semangka Manis, Jangan Salah Lagi Ya!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar