logo


Bolehkan Salat Jumat 2 Gelombang, Ini Penjelasan JK

JK mengatakan aturan tersebut tergantung pada kapasitas masjid yang menyelenggarakan salat Jumat.

17 Juni 2020 19:30 WIB

Jusuf Kalla
Jusuf Kalla istimewa

SURABAYA, JITUNEWS.COM - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa salat Jumat dibolehkan dua gelombang agar jemaah tidak membeludak.

JK mengatakan aturan tersebut tergantung pada kapasitas masjid yang menyelenggarakan salat Jumat.

"Tergantung masjidnya, karena begini kalau kapasitas masjid 1.000 orang, kalau dilonggarkan 1 meter, maka berarti sisa kapasitas itu 40 persen. Sisa 400. Kalau jemaahnya banyak dan berpotensi meluber ke jalanan, maka solusinya digelar 2 gelombang," kata JK di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (17/6).


Soal Salat Jumat Dua Gelombang, JK: Boleh

Menurutnya, jika jemaah salat Jumat membludak maka berpotensi tertularnya virus corona.

"Karena bisa saja di jalan, ada orang batuk terus meludah lalu dibawa di ban mobil dan mobil tersebut melintas di jalan yang akan digunakan jemaah salat. Akhirnya dia salat di jalan tertular Corona, kemudian sajadahnya kena virus dan dibawa ke rumah, orang rumahnya akhirnya tertular juga," jelasnya.

Ia mengimbau untuk melonggarkan barisan salat.

"Sekarang terbalik, shaf dijaga dan dilonggarkan," tambahnya.

JK mengatakan bahwa salat Jumat dua gelombang telah disetujui oleh para ulama.

"Semua sudah disetujui, solusinya 2 shift dan itu sudah disetujui ulama, dengan keputusan boleh 1 kali dan 2 kali. Secara agama sudah kita bicarakan. Itu cara ya, kita berdosa kalau kita tidak memberi kesempatan salat Jumat. Kemarin ada contoh kasus salat jarak 1 meter, karena tidak ada tempat akhirnya dia masuk lift dan salat di lift. Ini kan malah tidak tepat, lebih baik salat 2 gelombang," pungkasnya.

 

Salat Jamaah dengan Jarak 1 Meter di Masa Pandemi, DMI: Ini Sudah Rapat

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×