logo


Buntut Kematian George Floyd, Trump Larang Teknik Penguncian Leher Tersangka Kecuali...

Donald Trump tengah merumuskan metode yang canggih untuk melumpuhkan tersangka

17 Juni 2020 06:45 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump national Review

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Presiden Amerika Serikat Doanld Trump secara resmi melarang penggunaan teknik penguncian leher atau menekan leher untuk melumpuhkan seorang tersangka. Namun teknik tersebut dapat dilakukan apabila nyawa polisi dalam keadaan bahaya.

"Sebagai bagian dari proses baru ini, metode menekan leher akan dilarang kecuali jika nyawa seorang perwira dalam bahaya," ujar Trump sebelum menandatangani perintah eksekutif pada reformasi penegakan hukum, seperti dilansir AFP, Rabu (17/6/2020).

Pelarangan metode tersebut merupakan imbas dari adanya kasus kematian warga AS berkulit hitam, George Floyd. Trump saat ini mengaku tengah mengembangkan metode baru yang lebih canggih untuk melumpuhkan tersangka tanpa ada interaksi yang mematikan.


Rusia Lebih Baik daripada AS dalam Penanganan Wabah Covid-19

"Selain itu kami sedang mencari metode baru yang canggih dan kuat, namun tidak mematikan, untuk membantu mencegah interaki yang mematikan," jelasnya.

Diketahui, George Floyd meninggal setelah seorang polisi menekan lehernya dengan lutut. Ia tidak bisa bernafas selama kurang lebih 9 menit. Kematian George Floyd berimbas terjadinya aksi demonstrasi besar-besaran di Amerika hingga sebagian Eropa.

Hindari Huawei, AS Bantu Danai Brazil untuk Beli Peralatan 5G dari Nokia dan Ericsson

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati