logo


Jadi Polemik, RUU HIP Disebut-sebut Terjemahan dari Pidato Bamsoet

RUU HIP dinilai berasal dari pidato politik Bamsoet yang diterjemahkan oleh DPR

17 Juni 2020 06:15 WIB

Ahmad Basarah.
Ahmad Basarah. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basrah mengatakan bahwa RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) berasal dari pidato politik Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo atau Bamsoet. Pidato politik tersebut diterjemahkan oleh anggota DPR yang kemudian masuk ke dalam program prioritas legislasi nasional.

"Munculnya gagasan sebuah payung hukum untuk memberikan koridor bagi membumikan Pancasila itulah lahir dari pidato politik resmi Ketua Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia untuk memberi penekanan pada bangunan ideologi Pancasila," kata Basarah di acara Indonesia Lawyer Club tvOne, Selasa (16/6/2020).

Basrah membantah bahwa RUU HIP tersebut usulan dari PDIP. Namun sebagai anggota dewan, ia mengaku menghormati sejumlah pedapat di Badan Legislasi.


Soal RUU HIP, Ruhut: Sangat Baik untuk Negara Indonesia

"Saya katakan untuk alasan etis saya tidak menyebutkan (fraksi pengusul) itu Pak Karni. Tapi kami wajib menghormati bahwa 9 fraksi di Badan Legislasi memiliki hak bicara untuk mengemukakan pendapat, pikiran, konsepsi-konsepsi. Dan saya kira itu adalah konsekuensi kita bernegara hukum dan demokrasi," ujarnya.

Diketahui, RUU HIP menjadi polemik di tengah masyarakat. Banyak pihak yang meminta DPR menghentikan pembasan RUU HIP tersebut. Pasalnya RUU HIP dinilai tidak penting untuk dibahas di tengah pandemi corona.

Bela Prabowo Terkait Pesawat TNI Jatuh, Gerindra: Kan Baru Enam Bulan Jadi Menhan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×