logo


Tak Berniat Mencelakai, Penyiram Air Keras Bermaksud Beri Pelajaran ke Novel Baswedan

Terdakwa penyiram air keras mengaku menyimpan benci terhadap Novel Baswedan

15 Juni 2020 21:30 WIB

Penyerang Novel Baswedan
Penyerang Novel Baswedan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Terdakwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, Rahmat Kadir, mengatakan bahwa dia tidak berniat melukai penyidik KPK tersebut tapi hanya ingin memberi pelajaran.

"Perbuatan yang dilakukan terdakwa untuk menyiram korban dengan air aki campur air semata timbul sebagai dorongan inklusif spontan karena kebencian terdakwa terhadap korban oleh karena itu tidak ada perencanaan dalam perbuatan terdakwa, tidak ada maksud dari terdakwa untuk mencelakai saksi/korban melainkan memberikan pelajaran," kata kuasa hukum Rahmat Kadir, Widodo, saat membacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (15/6).

Kebencian terdakwa terhadap Novel karena Novel dianggap tidak menghargai jiwa korsa anggota Polri. Kuasa hukum mengatakan bahwa Ronny Bugis yang diajak Rahmat tidak mengetahui niatan rekannya.


2 Penyerangnya Dituntut 1 Tahun Penjara, Novel: Apakah Terdakwa Ini Hanya Aktor?

"Maksud untuk memberikan pelajaran untuk korban Novel tidak diketahui oleh Ronny Bugis. Karena terdakwa tidak pernah memberitahukan keinginan tersebut, bahkan saat peristiwa penyiraman dilakukan terdakwa, terdakwa tetap tidak memberitahukan kepada Ronny Bugis. Saksi hanya diminta untuk antarkan obat untuk saudara terdakwa ke Kelapa Gading," ujarnya.

Kuasa hukum mengatakan bahwa kliennya ingin menyiramkan air aki ke tubuh Novel namun ketika akan menyiramkan air tersebut sepeda motor Ronny oleng ke kanan sehingga tangan Rahmat terangkat.

"Karena dari keterangan Ronny Bugis motor sempat oleng ke kanan ketika menyiramkan air aki yang menggunakan tangan kiri sehingga posisi tangan dapat terangkat lebih ke atas. Dengan adanya fakta baju korban basah dan menyebabkan panas di tangan ketika dipegang itu membuktikan penyiraman itu dilakukan terhadap tubuh korban," katanya.

Ia mengatakan bahwa keterangan Ronny tersebut diperkuat oleh keterangan Novel dan saksi Nurhasan yang mengatakan bahwa tangan dan baju Novel panas saat dipegang.

"Dari keterangan saksi dan ahli telah terbukti dan terungkap kebenaran materiil bahwa terdakwa tidak punya niat atau maksud untuk melakukan penganiayaan berat kepada korban, melainkan hanya memberikan pelajaran," katanya.

Dituntut 1 Tahun Penjara, Penyerang Novel Baswedan Berharap Bebas

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata