logo


Pembelajaran di Perguruan Tinggi Tetap Online, Kecuali Aktivitas Prioritas

Nadiem Makarim mengatakan bahwa semua perguruan tinggi tetap menerapkan pembelajaran sistem online

15 Juni 2020 22:30 WIB

nadiem makarim
nadiem makarim sangpengajar.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, mengatakan bahwa semua perguruan tinggi tetap menerapkan pembelajaran sistem online.

"Tahun akademik dimulai Agustus 2020 tetapi pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring. Jadi masih online belum belajar tatap muka, belum masuk, dan alasannya universitas juga punya potensi mengadopsi belajar jarak jauh lebih muda daripada pendidikan menengah dan dasar jadinya untuk saat ini karena keselamatan adalah nomor satu," kata Nadiem dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Kemendikbud, Senin (15/6).

Namun, ada pengecualian untuk aktivitas mahasiswa terkait kelulusan. Nadiem mengatakan pimpinan universitas mengizinkan datang ke kampus untuk melakukan praktikum.


Sistem Pendidikan Belum Jelas, DPRD DKI ke Nadiem: Tak Mungkin Daerah Bikin Kurikulum Sendiri

"Tapi ada yang namanya aktivitas prioritas, aktivitas prioritas itu adalah aktivitas yang sangat berhubungan dengan kelulusan mahasiswa yang sulit sekali dilakukan secara daring contoh penelitian di laboratorium, skripsi, tesis dan disertasi biasanya ini adalah small group atau individu projek individu, dan seperti tugas laboratorium, praktikum, studio, bengkel, dan hal-hal seperti ini yang butuh mesin butuh peralatan dan lain-lain," ujar Nadiem.

"Kalau ini aktivitas prioritas yang berdampak kepada kelulusan siswa, masing-masing pemimpin perguruan tinggi diperbolehkan untuk mengizinkan aktivitas mahasiswa datang ke kampus hanya untuk aktivitas prioritas itu yang berhubungan dengan kelulusannya," sambungnya.

Kemendikbud mengizinkan karena tidak ingin mengorbankan potensi mahasiswa untuk lulus.

"Kenapa kita perbolehkan ini, karena kita tidak ingin mengorbankan potensi dari setiap mahasiswa untuk lulus, pada saat itu, karena itu akan menciptakan berbagai masalah lain tetapi pembelajaran masih dilakukan cara online. Jadi masih tidak diperkenankan untuk kuliah tatap muka, tidak diperkenankan berbondong-bondong untuk mahasiswa masuk ke dalam kampus," jelasnya.

Mendikbud Sebut 94% Peserta Didik Belajar di Rumah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×