logo


Tuntutan 'Gak Sengaja' Pelaku Penyiraman Novel, BW: Peradilannya Mengada-ada

Pelaku penyiraman air keras di wajah Novel Baswedan dituntut satu tahun penjara.

15 Juni 2020 10:45 WIB

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (4/10).
Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (4/10). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto bersama sejumlah tokoh berkunjung ke kediaman penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan di Jakarta Utara pada Minggu, 14 Juni 2020.

Mereka memberikan dukungan penuh kepada Novel usai jaksa hanya menuntut dua pelaku penyiram air keras 1 tahun penjara.

Bambang Widjojanto atau karib disebut BW mengatakan tuntutan ini semakin menguatkan dugaan bahwa peradilan dua terdakwa, Abdul Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, hanya sebatas sandiwara.


Beri Dukungan ke Novel, Said Didu-Rocky Gerung Cetuskan 'New KPK'

"Seolah-olah sandiwara ini beneran. Kan yang mesti dicari master mind-nya peradilan itu," kata BW, dikutip dari Tempo, Senin (15/6).

Lebih lanjut, BW menilai sosok di balik perintah penyerangan kepada Novel adalah hal yang seharusnya digali.

Banyak pihak yang meragukan Abdul dan Ronny sebagai pelaku penyerangan Novel yang sebenarnya. Terkait hal ini, BW menyebutnya sebagai bentuk proses pembohongan publik yang besar. Ia mengatakan satu Indonesia telah dibohongi oleh proses peradilan.

"Bukan tuntutannya mengada-ngada, tapi peradilannya mengada-ngada," kata BW.

Diketahui, BW datang ke rumah Novel bersama sejumlah tokoh lain. Beberapa di antaranya adalah Eks Sekretaris Kementerian BUMN Muhamad Said Didu, pakar hukum tata negara Refly Harun, eks dosen Universitas Indonesia Rocky Gerung, hingga mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid Adhie Massardi.

Selain itu, tagar "gak sengaja" sempat bertengger di daftar teratas topik populer di media sosial. Hal tersebut berkaitan dengan salah satu pertimbangan jaksa menyebut penyiraman itu diarahkan ke badan, namun kemudian tidak sengaja sampai ke muka. Para netizen menganggap tuntutan tersebut melukai rasa keadilan.

Denny Siregar ke Novel Baswedan: Jangan Jadi Maling Teriak Maling!

Halaman: 
Penulis : Iskandar