logo


Sebut Tuntutan Jaksa Konyol, Novel Baswedan: Saya Bingung Harus Marah atau Ketawa

Sebelumnya pelaku penyerangan Novel Baswedan dituntut satu tahun pejara karena alasan ketidaksengajaan.

14 Juni 2020 15:00 WIB

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan didampingi (kiri) Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan didampingi (kiri) Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menganggap pertimbangan jaksa untuk dua terdakwa penyiraman air keras tidak masuk akal. Menurutnya, jaksa harusnya paham bahwa pengertian sengaja dalam perspektif hukum, berbeda dari pengertian sehari-hari.

“Konyolnya luar biasa, saya sampai bingung harus marah atau ketawa,” ujar Novel, dikutip dari Tempo pada Minggu (14/6).

Seperti diketahui dua terdakwa penyiram air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Bugis, dituntut hukuman satu tahun penjara.


Enggan Bongkar Aktor Intelektual Penyerangnya, Novel Baswedan: Saya Tidak Diberi Kesempatan

Jaksa Penuntut Umum menilai kedua terdakwa tidak memenuhi unsur-unsur dakwaan primer soal penganiayaan berat dari Pasal 355 Ayat (1) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Alasannya, cairan yang disiram Rahmat tidak disengaja mengenai mata Novel. Padahal, menutur JPU, cairan itu awalnya diarahkan ke badan Novel.

"Terdakwa hanya akan memberikan pelajaran kepada saksi Novel Baswedan dengan melakukan penyiraman air keras ke Novel Baswedan tapi di luar dugaan ternyata mengenai mata Novel Baswedan yang menyebabkan mata kanan tidak berfungsi dan mata kiri hanya berfungsi 50 persen saja artinya cacat permanen sehingga unsur dakwaan primer tidak terpenuhi," kata Jaksa.

Penyiraman Novel Baswedan 'Tak Sengaja', Jubir FPI: Suatu Akibat yang Tak Diinginkan Tetap Harus Dipertanggungjawabkan!

Halaman: 
Penulis : Iskandar