logo


Meski Dikeluarkan dari Proyek Pengembangan 5G, Huawei Tetap Dapat Bayaran Tinggi dari AS

Hal tersebut karena Huawei memiliki hak paten yang sangat banyak di teknologi 5G

13 Juni 2020 16:30 WIB

gizchina

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah AS dan Huawei diketahui telah berselisih tentang sejumlah hal, dimana AS meyakini bahwa Huawei bekerja untuk pemerintah Cina. Namun tudingan tersebut disangkal dengan keras oleh Huawei.

AS kemudian menjatuhkan sanksi kepada Huawei dimana perusahaan tersebut tidak lagi diijinkan untuk melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat. Bahkan, mereka tidak bisa menjalin bisnis dengan perusahaan non-Amerika yang menggunakan teknologi Amerika.

Dilansir dari Gizchina pada Sabtu (13/6), sebuah laporan penelitian terbaru yang dimuat pada Bloomberg mengklaim bahwa AS akan membayar Huawei jika harus mengembangkan 5G. Riset terbaru tersebut menngungkap bahwa Huawei ternyata memiliki hak paten terbanyak dalam teknologi 5G.


Trump Acam Terjunkan Militer, Wali Kota Seattle: Kembali ke Bunker Anda

Ini berarti jika pemerintah AS memutuskan untuk mengeluarkan Huawei dari rantai pasokan, Huawei akan tetap mendapatkan royalti. Hak paten 5G Huawei diketahui melampaui semua hak paten yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan Amerika, bahkan jika mereka disatukan.

Dalam cuitan Twitter resmi Huawei yang dikutip dari Bloomberg baru-baru ini menyatakan, “Perlu bukti bahwa nasionalisme tidak berfungsi di industri teknologi? 80% paten pada teknologi # 5G dimiliki oleh 6 perusahaan - Huawei adalah pemimpin dan hanya 1 adalah Amerika. Begitu? Meskipun ada upaya untuk memotong #Huawei dari rantai pasokan, AS akan terus membayarnya untuk IP. #HuaweiFacts ”.

Ini akan menjadi fakta yang sangat sulit diakui oleh Presiden Trump dan pemerintah AS. Sejak awal tahun lalu, Presiden Trump telah berusaha keras untuk melumpuhkan Huawei. Namun, kebijakan terakhir A.S. menunjukkan bahwa pemerintah Amerika telah kehilangan pengaruhnya.

Menurut Deepak Syal, direktur GreyB Services Pte., Sebuah perusahaan riset teknologi yang melakukan penelitian dengan perusahaan perangkat lunak Amplified AI Inc mengatakan bahwa:

“Bahkan jika mereka menyewa beberapa perusahaan lain untuk membangun infrastruktur 5G, mereka masih harus membayar perusahaan China karena kontribusi intelektual untuk mengembangkan teknologi," ujarnya.

Aksi Protes Anti Rasisme di Inggris Dibajak oleh Kaum Ekstrimis

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia