logo


Musim Panas (Mungkin) Bisa Tekan Laju Penyebaran Virus Covid-19

Sejumlah pakar menyebut kelembapan udara, suhu, dan intensitas sinar matahari dapat berdampak pada perkembangan virus

12 Juni 2020 20:17 WIB

ilustrasi berjemur
ilustrasi berjemur istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Datangnya musim panas di belahan bumi bagian utara memunculkan pertanyaan apakah musim panas dapat memperlambat penyebaran wabah virus Corona.

Apakah tingkat kelembapan udara, suhu dan intensitas sinar matahari mampu menekan laju penyebaran Covid-19?

Bukti nyata terkait dampak cuaca terhadap virus masih belum bisa disimpulkan. Salah satu penelitian yang dilakukan di 221 kota di China Daratan mengungkapkan bahwa temperatur, kelembapan udara serta sinar matahari tidak berdampak apapun terhadap laju penyebaran virus Corona Covid-19.


Hubungan dengan China Kian Memanas, Tiga Kapal Perang AS Patroli di Perairan Indo-Pasifik

Sementara itu, dua penelitian lainnya mengungkapkan bahwa faktor-faktor cuaca tersebut berdampak terhadap virus Covid-19.

"Belahan bumi bagian utara kemungkinan mengalami penurunan kasus Covid-19 selama musim panas dan akan kembali meningkat saat musim dingin," ujar kesimpulan dari penelitian yang digelar di 117 negara. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa setiap 1 derajat garis lintang yang berjarak dari khatulistiwa, kemungkinan terjadi 2,6% peningkatan kasus.

"Alasan mengapa cuaca dingin dapat menyebabkan penyebaran penyakit batuk, demam dan flu adalah udara yang dingin dapat menyebabkan iritasi di bagian rongga nassal dan jalur pernafasan, yang mana membuat kita sangat rentan terinfeksi virus," ujar Simon Clarke, pakar mikrobiologi dari Universitas Reading di Inggris.

Starbucks Larang Pegawai Gunakan Aksesoris terkait Black Lives Matter

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×