logo


Dicabut Hak Politik dan Mengganti Uang Rp 19 M, Imam Nahrawi Akan Ajukan Pembelaan

Imam Nahrawi akan mengajukan pembelaan

12 Juni 2020 18:50 WIB

Imam Nahrawi ditahan KPK, Jumat (27/9)
Imam Nahrawi ditahan KPK, Jumat (27/9) Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dituntut penjara 10 tahun dan denda Rp 500 juta oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Selain itu, ia juga diminta mengganti uang sebesar Rp 19,1 miliar dan dicabut hak politiknya karena terbukti menerima suap Rp 11,5 miiar. Suap tersebut untuk mempercepat proses dana hibah Koni pada tahun 2018. Imam juga terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp 8,64 miliar dari berbagai sumber.

Imam Nahrawi pun merasa kebaratan dengan tuntutan KPK. Ia berencana menyampaikan pledoi atau pembelaan atas tuntutan tersebut.

"Kami akan menyampaikan pleidoi pribadi sekaligus pleidoi dari penasehat hukum untuk menyanggah sekaligus memberikan jawaban pembelaan," kata Imam melalui video yang tersambung ke PN Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2020).


2 Penyerang Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara, KPK: Ujian bagi Rasa Keadilan

Imam mengaku menghormati tudingan suap yang disampaikan oleh jaksa. Namun dengan tegas ia membantah telah menerima suap dan gratifikasi.

"Kami sangat menghormati apa yang disampaikan jaksa penuntut umum sebagai bagian dari tugasnya, namun kami akan melakukan pembelaan atas apa yang tidak pernah kami kerjakan seperti yang dituntut oleh jaksa," tegasnya.

Bandingkan Tuntutan Penyiram Novel dan Bahar Smith, Eks KPK: Tidak Dapat Diterima Akal Sehat

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati