logo


Beda Tuntutan Penyiraman Air Keras Novel dengan Kasus di Bali, Habiburokhman: Saya Akan Persoalkan

Habiburokhman membandingkan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dengan kasus penyiraman air keras di Bali pada 2019 lalu

12 Juni 2020 15:07 WIB

Habiburokhman
Habiburokhman Twitter @habiburokhman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dua terdakwa penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis, dituntut satu tahun penjara.

Anggota DPR Fraksi Gerindra, Habiburokhman, membandingkan kasus Novel dengan kasus penyiraman air keras yang pernah terjadi di Bali pada 2019 lalu. Tersangka kasus penyiraman air keras itu dituntut 3,5 tahun, sedangkan penyerang Novel hanya dituntut 1 tahun penjara.

Sebagai anggota Komisi III DPR, ia akan mempersoalkan hal tersebut.


2 Penyerang Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara, KPK: Ujian bagi Rasa Keadilan

"Ini kasus yg mirip. Penyiram air keras dituntut 3,5 tahun , jauh lebih berat dr tuntutan kasus Mas Novel. Sebagai anggota Komisi III DPR RI saya akan persoalkan dengan Jaksa Agung pada raker mendatang," ujar Habiburokhman seperti dilihat Jitunews di akun Twitternya @habiburokhman, Jumat (12/6).

 

Pada berita yang ditanggapi Habiburokhman melalui akun Twitternya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Denpasar mengajukan tuntutan terhadap I Gusti Agung Diah Dwi Rahayu dengan pidana penjara selama 3,5 tahun.

“Menyatakan terdakwa I Gusti Agung Diah Dwi Rahayu terbukti bersalah melakukan penganiayaan (penyiraman air keras) yang mengakibatkan luka-luka berat, sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP,” tuntut JPU Maya di muka majelis hakim yang diketuai Kony Hartono.

Bandingkan Tuntutan Penyiram Novel dan Bahar Smith, Eks KPK: Tidak Dapat Diterima Akal Sehat

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata