logo


Mengenal 10 Jenis Bunga Anggrek Asal Indonesia (Bagian 2-Habis)

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kekayaan bunga anggrek terbesar kedua setelah Brazil

6 April 2015 15:27 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

6. Anggrek Kelip
Anggrek Kelip atau Anggrek  Phalaenopsis violacea merupakan anggrek yang masih satu genus dengan Anggrek Bulan (Puspa Pesona Indonesia) yang terkenal dengan aroma wangi yang khas dan memikat. Anggrek Phalaenopsis violacea merupakan tumbuhan asli Indonesia. Secara alami anggrek jenis ini dapat dijumpai di pulau Sumatera, Mentawai, Simeulue, dan Kalimantan. Phalaenopsis violacea merupakan salah satu anggrek langka. Meskipun banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias, namun di habitat liarnya terancam. Tumbuhan ini oleh IUCN Red List dikategorikan sebagai spesies Vulnerable (Rentan Punah). Ancaman terhadap spesies asli Indonesia ini lebih diakibatkan oleh rusaknya habitat baik oleh deforestasi maupun kebakaran hutan.

7. Anggrek merpati


Anggrek merpati merupakan salah satu anggrek dari genus Dendrobium dengan nama latin Dendrobium crumenatum. Anggrek ini cukup populer karena bentuk bunganya menyerupai burung merpati yang sedang terbang. Habitat hdup jenis anggrek ini sangat luas, bisa ditemukan di Indonesia, Singapura, Thailand, Filipina dan Papua. Anggek merpati bisa bertahan hidup dimanapun, baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah, bahkan anggrek ini bisa ditemui pada cabang-cabang pohon di pinggir jalan sekalipun. Kelebihan lain anggrek ini adalah toleran terhadap kekeringan, kemampuan menghasilkan keiki (anakan) yang sangat tinggi, tingkat pertumbuhan akar dan tunas yang cepat, serta tahan terhadap berbagai rentang intensitas cahaya yang kuat

8. Anggrek Selop


Anggrek Selop atau Paphiopedilum glaucophyllum adalah salah satu spesies anggrek yang termasuk tanaman endemik Jawa Timur, Indonesia.  Keunikan bunga anggrek ini tergambar dari nama yang disandangnya yaitu memiliki bagian bunga berupa labellum (bibir bunga) yang menyerupai kantong semar atau selop sepatu. Paphiopedilum glaucophyllum adalah anggrek terestrial (tumbuh di tanah) dengan tinggi tumbuhan antara 30 – 45 cm. Daunnya berwarna hijau berbentuk lonjong sepanjang 30 cm. Bunganya berukuran sekitar 7,5 cm yang terdiri atas kelopak punggung, kelopak samping, dan labellum. Labellum atau bibir bunga inilah yang menjadi ciri khas dengan bentuk kantong berwarna ungu dan bertotol-totol.

9. Anggrek Stuberi


Langkah Jitu Menanam Tanaman Hias Anggrek dalam Pot


Anggrek Dendrobium lasianthera merupakan anggrek yang hidup di Indonesia seperti Papua dan Papua New Guinea. Di Indonesia tanaman ini dikenal sebagai anggrek stuberi, stroberi. Dalam bahasa Inggris biasa anggrek ini dikenal sebagai Wooly Pollina Dendrobium, atau dengan nama varietasnya semisal May River Red dan Sepik Blue.

Anggrek Dendrobium lasianthera merupakan tanaman epifit yang tumbuh di daerah lembab dan membutuhkan banyak cahaya. Di alam liar biasa ditemukan hidup di sekitar daerah aliran sungai, rawa-rawa, dan hutan di dataran rendah Papua.

Ukuran tanaman anggrek Dendrobium lasianthera cukup besar, bisa mencapai lebih dari 1 meter. Anggrek ini mempunyai bunga yang indah. Dalam satu tandon bunga bisa muncul antara 10 – 30 kuntum bunga. Warna bunganya pun sangat bervariasi mulai dari merah, putih, biru, dan kekuningan dengan gradasi indah.

10.  Anggrek Larat


Anggrek larat (Dendrobium phalaenopsis) merupakan salah satu anggrek langka dari maluku. Anggrek ini pernah menjadi anggrek yang sangat digemari oleh pecinta anggrek disamping anggrek bulan. Oleh karena itu pada saat ini banyak sekali ditemukan anggrek hibrida komersial dendrobium yang merupakan hasil persilangan dari anggrek spesies (anggrek alami) jenis ini. Mungkin hal ini lah yang menjadi penyebab kelangkaan dan kepunahan bunga anggrek larat di habitat aslinya. Anggrek larat termasuk dalam 12 jenis spesies anggrek langka yang dilindungi di Indonesia berdasarkan peraturan pemerintah No 7 tahun 1999.

Anggrek larat disebut juga dengan sebutan Cooktown Orchid, berkerabat dengan anggrek merpati, anggrek albert, anggrek stuberi, anggrek jamrud, anggrek karawai, dan anggrek kelembai. Habitat asli anggrek ini pertama kali ditemukan di Pulau Larat, Tanimbar, Maluku. Oleh karena itu anggrek larat ditetapkan sebagai flora identitas Provinsi Maluku. Anggrek larat tumbuh di daerah yang bersuhu panas, dengan ketinggian 0-150 meter di atas permukaan laut. Anggrek ini merupakan anggrek epifit yang tumbuh pada pepohonan dan karang-karang kapur yang mendapat sinar matahari yang cukup.Berita sebelumnya

Oleh: Melly Larasati (Mahasiswa Universitas Jayabaya)

 

Anggrek Spatholottis, Prospek Baru Tanaman Lanscape Tropis

Halaman: 
Penulis : Hasballah