logo


Imam Besar Masjid Istiqlal: Tingkat Iman Keislaman Tidak Ditentukan Atribut

Nasaruddin menentang pemikiran bahwa pengenaan cadar dan celana cingkrang dijadikan pengukur tingkat keimanan.

11 Juni 2020 11:35 WIB

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menilai budaya perlu dilepaskan dari keagamaan, salah satunya penggunaan cadar. Menurutnya, cadar tidak bisa dijadikan tolak ukur keimanan.

"Saya bukan anti cadar, tapi cadar itu kan kebudayaan. Perintah Al-Quran itu menutup aurat, tidak ada menggunakan cadar," terang Nasaruddin dalam diskusi di kantor Badan Nasional Penanggulangan Teroris, Jakarta, dilansir dari Tempo, Kamis (11/6).

Dia mengatakan dalam riwayatnya, banyak agama yang masuk ke Indonesia mengalami proses peng-Indonesiaan. Nasaruddin menyebutkan ajaran keyakinan yang melalui proses tersebut, di antaranya Islam, Kristen, Syiah, Ahmadiyah, Sunni.


Komentari Abu Janda, Mantan Ketua DPR: Orang Ini Hidupnya dari Hasil Menghina Sesama Muslim

Akan tetapi, lanjut dia, yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Fenomena agama dan mazhab direkatkan dengan budaya negara asal keduanya muncul.

"Akibatnya apa yang terjadi? Ada orang yang mengidentifikasikan sebagai negara saja mazhab itu, padahal sebetulnya kebudayaan lokal setempat. Akhirnya atribut nasional kita itu tersingkir karena dianggap tidak Islami," jelas dia.

Kendati begitu, Nasaruddin mengaku tak sepakat jika orang bercadar dihujat dan dituding sebagai teroris. Baginya, penggunaan cadar adalah hak asasi, seperti penggunaan celana cingkrang.

Namun, ia menentang pemikiran bahwa pengenaan kedua atribut tersebut dijadikan pengukur tingkat keimanan.

"Jangan jadi penentu Islam tidaknya seseorang karena atribut. Saya ingin ingatkan sekali lagi bedakan ajaran Islam dan kebudayaan Arab. Tidak identik antara Quran dan tafsir bahkan tidak identik quran dengan terjemahan," tegas Nasaruddin.

Perancis Sebut Pasukannya Berhasil Tewaskan Petinggi Al Qaeda Afrika Utara

Halaman: 
Penulis : Iskandar