logo


Soal RUU HIP, FPI: Tindakan Paling Konyol Memaksakan Ideologi Jadi UU

FPI menilai RUU HIP merupakan sebuah keanehan.

11 Juni 2020 06:30 WIB

Jubir FPI, Munarman.
Jubir FPI, Munarman. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan DPR telah bertindak konyol karena membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Menurutnya, upaya menjadikan ideologi sebagai undang-undang adalah hal yang aneh.

"Adalah sebuah keanehan dan tindakan paling konyol dengan memaksakan ideologi dijadikan undang-undang. Ini mempertontonkan bahwa penggagas RUU ini tidak mengerti apa itu ideologi," kata Munarman, seperti dikutip dari Tagar pada Kamis (11/6).


Puan Sebut Pemimpin Bangsa Harus Pegang Teguh Nilai Pancasila

Dia menilai keberadaan RUU HIP tak diperlukan sama sekali dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu, ia menduga adanya agenda komunis di balik rancangan undang-undang tersebut.

"Kecuali patut diduga kuat bahwa ada agenda politik untuk memaksakan sosio marxisme dan komunisme sebagai cara indoktrinasi alam pikiran bangsa Indonesia," ujarnya.

Selain itu, Munarman berpendapat bahwa RUU HIP justru mempertegas perbedaan antara ucapan dan tindakan penyelenggara negara yang bertolak belakang dengan nilai-nilai Pancasila.

"Sebagai contoh dalam RUU HIP, membahas keadilan sosial dan kemandirian ekonomi. Tapi dalam kenyataannya, justru mengesahkan UU Minerba (Mineral dan Batu Bara) yang hanya menguntungkan pengusaha tambang dan membuat kekayaan alam Indonesia menjadi properti segelintir korporat atau pemodal saja," jelas Munarman.

Serukan Penolakan, FPI Sebut RUU HIP Berbau Komunisme

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×