logo


AS Diminta Desak Facebook Rilis Dokumen Terkait Genosida Rohingya di Myanmar

Pengadilan AS diminta untuk mendesak Facebook rilis semua postingan dan riwayat komunikasi yang telah dilakukan oleh pihak militer dan kepolisian Myanmar

10 Juni 2020 22:26 WIB

Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi REUTERS

DEN HAAG, JITUNEWS.COM - Sejumlah pengacara yang membawa kasus pembantaian etnis Rohingya oleh pemerintah Myanmar dihadapan Pengadilan Dunia telah mendesak pemerintah AS untuk meminta Facebook guna merilis postingan dan catatan komunikasi dari polisi dan pihak militer Myanmar.

Melansir Reuters pada Rabu (10/6), pengadilan internasional yang berbasis di Den Haag, Belanda tersebut juga telah sepakat untuk mendengar tuntutan yang dilayangkan oleh pemerintah Gambia terkait adanya genosida di Myanmar terhadap kaum minoritas muslim Rohingya, dimana hal itu telah melanggar kesepakatan tahun 1948.

Diketahui, ratusan ribu anggota etnis muslim minoritas Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar. Negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Budha tersebut yang menganggap Rohingya bukanlah bagian dari warga masyarakatnya.


Anggota Pasukan Militer AS Terinfeksi Covid-19 usai Diterjunkan Jaga Aksi Protes George Floyd

Sejumlah kelompok aktifis hak asasi manusia (HAM) telah mendokumentasikan tindakan brutal pemerintah Myanmar dengan melakukan pembantaian dan pembakaran wilayah pemukiman etnis Rohingya.

Pada 2018 lalu, para penyelidik HAM mengatakan bahwa Facebook memainkan peran penting dalam penyebaran ujaran kebencian (hate speech) yang memicu tindakan kekerasan di Myanmar. Facebook mengatakan bahwa mereka berhasil memblokir ujarab kebencian tersebut.

Sebagai permintaan, Gambia meminta Facebook untuk merilis semua dokumen dan komunikasi sejumlah pejabat militer dan kepolisian Myanmar yang tercatat dalam data base mereka.

Uni Eropa Tak Akan Lancarkan Perang Dingin dengan Tiongkok

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia