logo


Mantan Spionase Inggris Sebut Menyingkirkan Huawei dari Proyek 5G Bukan Ide Bagus

Mengeluarkan Huawei dari proyek pengadaan jaringan 5G di Eropa dapat memicu serangan siber

10 Juni 2020 16:26 WIB

Jaringan 5G
Jaringan 5G tribunnews.com

LONDON, JITUNEWS.COM - Dalam proyek pengembangan jaringan 5G, Inggris telah mengijinkan Huawei untuk ikut serta namun dengan sejumlah pembatasan pada awal tahun 2020 ini. Namun, seiring dengan situasi yang kian memanas antara Beijing dan Washington, posisi Huawei dalam proyek tersebut turut terancam.

Mantan Kepala badan keamanan siber Inggris yang tidak disebutkan namanya mengingatkan jika mereka mengeluarkan Huawei dari proyek tersebut, maka hal itu justru akan membuat jaringan di seluruh negara-negara sekutu Inggris dan seluruh dunia menjadi tidak aman.

Ia menyebut China sejauh ini sangat tergantung dengan teknologi buatan barat, sebagai contohnya, militer China menggunakan Microsoft Windows, sementara Huawei memanfaatkan chipset buatan AS dalam peralatan pengembangan teknologi 5G. Jika AS tidak segera memutus hubungan bisnis antara perusahaan-perusahaan mereka dengan pihak China, maka Beijing akan menggandakan teknologi mereka.


Menteri ESDM Qatar Sebut Perang Harga Minyak Arab-Rusia Adalah Kesalahan Besar

"Anda akan berakhir dengan dua ekosistem yang terpisah dalam ruang siber. Model dunia bebas yang dalam pengawasan China bisa terlihat sangat menarik bagi banyak negara berkembang," ujar seorang yang berkecimpung di bidang spionase selama 30 tahun tersebut kepada The Sun dikutip dari Sputnik pada Rabu (10/6).

Sementara itu, Kepala bagian Teknologi di Vodafone UK, Scott Perry tidak setuju dengan rencana untuk menyingkirkan Huawei dalam proyek 5G tersebut karena dapat memperlambat perkembangan teknologi di Inggris.

"Kepemimpinan Inggris di 5G akan hilang jika operator mobile dipaksa untuk menghabiskan banyak waktu dan anggaran untuk mengganti peralatan yang ada," ujarnya.

Sekjen NATO Sebut Inggris Bakal Kaji Ulang Pengembangan 5G dengan Huawei

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia