logo


Ragu Pemerintah Kucurkan Dana Rp 2,3 T ke Pesantren, PA 212: Jangan-jangan Prank Lagi Ini?

PA 212 berharap janji pemerintah untuk mengucurkan dana ke pesantren bisa segera terealisasi

10 Juni 2020 14:41 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif.
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif merasa ragu dengan janji pemerintah yang akan menggelontorkan dana sebesar Rp 2,36 triliun untuk pesantren di tengah pandemi corona. Ia khawatir janji pemerintah hanya sekedar prank belaka. Meski demikian, Slamet berharap janji pemerintah tersebut segera terealisasi.

"Kami ragu janji tersebut sebab sudah sering rezim ini melakukan kebohongan publik dengan janji manis, tapi tidak ada realisasinya. Jangan-jangan prank lagi ini?" kata Slamet seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (10/6/2020).

Slamet mengatakan bahwa pemerintah seharusnya menaruh perhatian ke dunia pendidikan, termasuk pesantren ketika wabah corona mulai muncul. Bukan setelah pemuka agama berteriak-teriak.


Menko PMK Akui Bansos Corona Salah Sasaran, Fadli Zon Geram: Mengganggu Akal Sehat!

Apabila janji pemerintah tersebut terealisasi, Slamet mengaku mendukung penuh bantuan pemerintah agar program bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Lebih lanjut, Slamet juga mengingatkan kepada pemerintah agar bantuan ke pesantren tidak dicampurkan dengan kepentingan politik. Jangan sampai ada tebang pilih dalam penyaluran bantuan.

"Jangan sampai bantuan menggunakan politik belah bambu lagi, satu pesantren dianakemaskan sementara pesantren lain diinjak dan dicurigai terus hanya gara-gara pengasuhnya beda pandangan politik," pungkasnya.

Pembukaan Tempat Umum, Jokowi: Melalui Tahapan-tahapan yang Ketat

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati