logo


Soal Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, Polisi Kembali Ringkus 23 Orang

Status hukum mereka masih sebagai saksi, berbeda dari 12 tersangka yang diringkus orang sebelumnya.

10 Juni 2020 04:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polda Sulawesi Selatan berhasil menciduk 23 orang dalam kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19. Kendati begitu, status hukum mereka masih sebagai saksi, berbeda dari 12 tersangka yang diringkus orang sebelumnya.

"Bertambah 23 orang diamankan di Markas Polrestabes Makassar," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Selatan Komisaris Besar Ibrahim Tompo, dikutip dari Tempo, Rabu (10/6).

Sebelumnya, Pengambilan paksa terjadi di empat rumah sakit di Makassar, yakni RS Dadi, RS Stella Maris, RS Labuan Baji, dan RS Bhayangkara. Kepolisian menetapkan 12 tersangka dalam kasus tersebut.


Mendes Abdul Halim: Rp 2,8 triliun Telah Dialokasikan untuk Penanganan Covid-19 di Desa

Tompo menerangkan bahwa polisi menetapkan dua tersangka untuk kasus di RS Dadi, yaitu Akbar dan Hendra. Sementara kasus di RS Stella Maris, ada dua orang bernama Sumarjono dan Agung ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian, untuk kasus di RS Baji ada enam tersangka, yaitu Ardi, Sampara, Aris alias Bojes, Daeng Saung, Amir dan Kamal Losari. Dan untuk kasus di RS Bhayangkara, polisi menetapkan dua tersangka, yaitu Rahman Akbar dan Rahmawati.

Pakar Sebut Melonggarkan PSBB saat Ini Akan Membawa Dampak yang Lebih Buruk

Halaman: 
Penulis : Iskandar