logo


2 ABK WNI Nekat Terjun ke Laut, Polisi Duga Korban Perdagangan Manusia

2 ABK kapal China diperlakukan tidak manusiawi

9 Juni 2020 18:16 WIB

Sekertaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Anton Leonard, menilai bahwa pada saat ini belum ada langkah serius dari pemerintah dalam melindungi Anak Buah Kapal (ABK) di Indonesia
Sekertaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Anton Leonard, menilai bahwa pada saat ini belum ada langkah serius dari pemerintah dalam melindungi Anak Buah Kapal (ABK) di Indonesia koranmigran.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dua anak buah kapal (ABK) kapal Lu Qing Yuanyu 213 berbendera China ditemukan mengapung di Perairan Perbatasan Tanjungbalai Karimun, Kepualaun Riau (6/6/2020). Kedua ABK tersebut yakni Reynalfi (22) asal Medan, Sumatera Utara, dan Andri Juniansyah (30) asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keduanya nekat terjun ke laut karena diperlakukan tidak manusiawi selama bekerja.

Kapolres Tanjungbalai Karimun, AKBP Muhammad Adenan menduga bahwa kedua ABK tersebut adalah korban kejahatan perdagangan manusia (human traficking).

"Dugaan sementara mereka ini merupakan korban traficking. Karena oleh penyalur di Jakarta, mereka dijanjikan akan dipekerjakan di pabrik tekstil di Korea, tapi faktanya dipekerjakan di kapal nelayan China," kata Adenan seperti dilansir detikcom, Selasa (9/6/2020).


Terbukti Jual Masker N95 Palsu, Perusahaan China Digugat Kementerian Hukum AS

Adenan mengatakan bahwa kedua ABK tersebut tidak tahan kerja di kapal China. Mereka mengaku mendapat tekanan kerja yang berat. Mereka juga tidak diperbolehkan komunikasi dengan siapapun, termasuk keluarga. Oleh karenanya mereka mencoba kabur begitu menyadari kapal menuju ke perairan Indonesia.

"Alat komunikasi mereka ditahan oleh tekong kapal. Jadi mereka tidak bisa komunikasi dengan siapapun," ujarnya.

2 ABK WNI di Kapal China Nekat Terjun ke Laut Usai Diperlakukan Tak Manusiawi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati