logo


Umumkan Pembatalan Haji Sebelum Raker, Menag Akui Salah: Saya Harus Selamatkan Muka Pemerintah

Menag memiliki alasan tersendiri untuk mengumumkan pembatalan haji sebelum raker dengan DPR

9 Juni 2020 16:06 WIB

Menteri Agama Fachrul Razi di dampingi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid ditemui saat membuka Rakernas Kementerian Agama 2020
Menteri Agama Fachrul Razi di dampingi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid ditemui saat membuka Rakernas Kementerian Agama 2020 Jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Agama Fachrul Razi mengakui bahwa pihaknya salah telah mengumumkan pembatalan ibadah haji tahun 2020 sebelum rapat kerja (raker) dengan Komisi VIII DPR RI. Meski demikian, ia mengaku memiliki alasan tersendiri.

Fachrul Razi menjelaskan bahwa pihaknya telah melayangkan surat terkait dasar hukum pembatalan ibadah haji ke Kemenkumham. Surat tersebut dibalas oleh Kemenkumham yang mengatakan bahwa pembatan ibadah haji merupakan hak penuh Menteri Agama.

Ia kemudian berbicara dengan salah satu pimpinan Komisi VIII untuk mengagendakan raker membahas nasib ibadah haji tahun 2020. Kemudian Menag mengusulkan raker dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2020.


Sindir FPI soal Pemakzulan Jokowi, Ade Armando: Kaum Dungu, Bersatulah!

"Saya mengusulkan (raker) pada tanggal 1 juni sesuai deadline," kata Fachrul dalam dialog yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (9/6/2020).

Namun Komisi VIII meminta raker dilaksanakan tanggal 2 Juni. Setelah disepakatai tanggal 2 Juni, Komisi VIII kemudian memberikan surat undangan ke Kemenag pada tanggal 31 Mei 2020. Namun selang beberapa saat, Komisi VIII minta diundur kembali pada tanggal 4 Juni 2020.

Namun, Fachrul Razi menolak raker dilaksanakan pada tanggal 4 Juni. Menurutnya pengumuman pembatalan ibadah haji yang mundur dari tenggat yang telah ditentukan akan berdampak tidak baik. Ia kemudian meminta stafnya berkoordinsi dengan Komisi VIII agar raker tetap dilaksanakan 2 Juni.

"Karena enggak ada umpan balik dari staf ini, ya, saya kira mungkin bisa kesalahan di staf atau bagaimana sehingga tanggal 2 Juni saya umumkan," ujarnya.

"Saya mohon maaf terhadap Komisi VIII DPR RI, saya katakan, kalau memang teman-teman komisi VIII merasa tersinggung saya kira pantas saja," tambahnya.

Fachrul mempunyai alasan tersendiri untuk mengumumkan pembatalan ibadah haji sebelum raker dengan Komisi VIII. Ia mengatakan bahwa pengumuman tersebut didasarkan pada arahan Presiden Jokowi yang memberi tenggat sampai tanggal 1 Juni 2020.

"Jadi kembali mungkin kesalahan di Kemenag, mungkin, karena tidak menunggu raker tapi kembali saya harus ambil risiko karena saya harus selamatkan muka pemerintah jangan sampai deadline 1 Juni kemudian tanggal 2 Juni belum diumumkan," ujarnya.

"Apapun risikonya saya kembali katakan, tanggung jawab Menag tidak ada kaitannya dengan pemerintah dan sama sekali. Meskipun kesalahan di staf saya misalnya, tapi tanggung jawab di saya dan saya sudah minta maaf dengan DPR mudah-mudahan hubungan bisa baik kembali," pungkasnya.

Sebut Buzzer Pekerja Ekonomi Kreatif, Fadli Zon: Harusnya Mereka Disalurkan ke Program Kartu Prakerja

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati