logo


Kantor Boleh Buka di Masa Transisi PSBB, Pengamat: Kebijakan Itu Terlalu Membelenggu

Kemacetan terjadi karena para pekerja mulai bekerja kembali di kantor

9 Juni 2020 13:17 WIB

Bekerja di Kantor
Bekerja di Kantor Kompas Ekonomi

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memperbolehkan perkantoran membuka kembali aktivitasnya di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Kantor boleh buka namun hanya boleh diisi setengah dari kapasitas, karyawan akan masuk dengan sistem shifting.

Pengamat perkotaan dan transportasi Universitas Trisakti Yayat Supriatna menilai bahwa kebijakan tersebut hanya menimbulkan kemacetan di beberapa area seperti stasiun KRL, jalan tol dan jalan raya lainnya. Pasalnya beberapa perusahaan tidak sepenuhnya menaati kebijakan untuk memperkerjakan setengah dari kapasitas kantor.

"Di balik ini, ketika orang menolak, ada resistensi karena kebijakan itu dinilai terlalu kaku, kebijakan itu terlalu membelenggu, kebijakan itu kurang memberdayakan, kebijakan itu terlalu banyak aturan, tapi tanpa pendampingan," kata Yayat seperti dilansir detikcom, Selasa (9/6/2020).


Soal Masa Transisi di Jakarta, Ini Kata Sandiaga

Yayat mengaku memaklumi ketidaktaatan sejumlah perkantoran di DKI Jakarta. Pasalnya, perusahaan sudah mengalami penurunan pendapatan semenjak adanya wabah corona.

"Jadi, ketidaktaatan itu muncul karena mereka dalam risiko ancaman kerugian dan ancaman kebangkrutan. Mereka berani tidak taat karena tidak ada yang melindunginya," ujarnya.

Anies Baswedan Sering Tampil di Media, PAN Bingung: Kenapa Elektabilitasnya Justru Turun?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati