logo


Boris Johnson Tegaskan Inggris Bukan Negara Rasis

"Perdana Menteri tidak meragukan bahwa ada perlakuan diskriminasi dan rasisme yang terus menerus terjadi, namun sangat tidak setuju jika Inggris disebut sebagai negara rasis," ujar juru bicara PM Inggris

8 Juni 2020 21:14 WIB

forbes.com

LONDON, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson tak setuju jika Inggris disebut sebagai negara rasis. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah berupaya untuk terus memerangi kasus-kasus diskriminasi dan rasisme yang terjadi di Inggris.

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicaranya pada Senin (8/6).

"Perdana Menteri tidak meragukan bahwa ada perlakuan diskriminasi dan rasisme yang terus menerus terjadi, namun sangat tidak setuju jika Inggris disebut sebagai negara rasis. Kami telah membuat progres yang sangat signifikan terhadap masalah ini, namun masih banyak hal yang harus dilakukan," ujarnya dikutip dari Reuters pada Senin (8/6).


Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Rusia Justru Segera Cabut PSBB

Juru bicara tersebut menegaskan bahwa pemerintah Inggris terus berupaya untuk menghilangkan tindakan rasisme dan diskriminasi.

"Perdana Menteri sangat berkomitmen untuk terus berupaya menendang rasisme dan diskriminasi," tegasnya.

Pernyataan tersebut merupakan respon dari seruan sejumlah pendemo dalam aksi protes atas kematian George Floyd yang menyebut bahwa "Inggris bukan berarti tidak bersalah".

Aksi protes atas kematian George Floyd sendiri diketahui telah menyebar ke sejumlah negara lain di luar AS, termasuk Inggris dan sejumlah negara Eropa lain.

Hubungan Inggris-AS Akan Berakhir jika Trump Menangkan Pilpres AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia