logo


Motor Dikenakan Ganjil Genap di Masa PSBB Transisi, Pengamat Heran: Filosofinya Apa?

Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan peraturan pembatasan kendaraan dengan rekayasa ganjil genap

7 Juni 2020 08:00 WIB

ilustrasi lalu lintas di Jakarta
ilustrasi lalu lintas di Jakarta okezone

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Komisi Litbang Dewan Transportasi Kota Jakarta, Prof Leksmono menyoroti kebijakan sistem ganjil genap pada transportasi roda dua di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Menurutnya, hal tersebut akan sulit diterapkan di masa pandemi corona.

"Selama ini untuk penegakan hukum ganjil genap untuk mobil yang pelat nomornya besar saja petugasnya terbatas. Sementara saat ini petugas juga disibukkan untuk memperhatikan misal pakai masker lah. Jadi apa sempat dan mampu mencermati ketertiban dalam ganjil genap di orang yang menggunakan sepeda motor yang pelatnya lebih kecil?" kata Leksmono seperti dilansir detikcom, Sabtu (6/6/2020).

Leksmono meminta Pemprov DKI mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut. Ia menilai kebijakan tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan pelanggaran yang lebih banyak.


Sebut Warga Tak Paham Arti New Normal, Anies Lebih Memilih Istilah Ini

"Saya persilahkan Pemprov DKI pertimbangkan kembali, apa filosofi sebenarnya motor disertakan dalam ganjil genap. Dan apakah ada kesanggupan soal itu, lebih baik tidak. Aturan yang tak bisa ditegakkan lebih baik tidak diatur. Karena kalau tidak bisa diteguhkan, masyarakat bisa melecehkan aturan itu, tidak dihormati lagi oleh mereka," ujarnya.

Leksmono pun memberi saran ke Pemprov DKI Jakarta agar lebih mengutamakan pejalan kaki dan pengguna sepeda. Langkah tersebut dinilai lebih efektif dalam menyiasati lalu lintas di DKI Jakarta.

Soal Ganjil Genap Masa Transisi PSBB, Pimpinan DPRD: Over Protektif

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex