logo


Soal New Normal, KSP: Ada Masa Transisi Dulu

Donny mengatakan bahwa new normal harus dilakukan dengan hati-hati

6 Juni 2020 15:45 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian mengatakan bahwa ada masa transisi untuk menerapkan new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Ketika mengatakan new normal, kita memberi arahan, harus terlebih dahulu ada sosialisasi, edukasi, dan simulasi. Jadi betul ada masa transisi dulu, tidak langsung dibuka begitu. Semua dilakukan dengan hati-hati sesuai yang diarahkan Presiden," ujar Donny dalam diskusi bertajuk 'New Normal, Are U Ready?' secara daring, Sabtu (6/6).

Donny mengatakan bahwa new normal harus dilakukan dengan hati-hati.


Sang Istri Buka Suara Terkait Kasus Narkoba Dwi Sasono: Ini New Normal Versi Kami

"New normal harus dilakukan hati-hati dengan monitoring dan evaluasi yang berkala supaya kita tidak kecolongan. Jadi pemerintah sangat hati-hati agar ekonomi bisa bergulir tapi kesehatan masyarakat tidak dikesampingkan. Jadi saya kira ini bisa berjalan paralel tanpa meninggalkan satu dan lainnya," ujarnya.

Donny mengatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan jumlah tes massal dari 10 ribu menjadi 20 ribu per hari.

"Jadi seluruh laboratorium itu sudah terintegrasi satu pintu dan gugus tugas akan terus meng-update data-datanya secara akurat. Lalu tes massal telah dilakukan secara kontinu. Sekarang sudah terpenuhi targetnya 10 ribu, dan Presiden Jokowi minta ditingkatkan jadi 20 ribu per hari," kata Donny.

Sebut Warga Tak Paham Arti New Normal, Anies Lebih Memilih Istilah Ini

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex