logo


Tata Cara Pemilihan Pilkada 2020, KPU: Pemilih Gunakan Sarung Tangan

KPU menjelaskan tata cara pemilihan dalam Pilkada 2020 di tengah wabah virus corona

6 Juni 2020 15:00 WIB

Ilustrasi pemilu.
Ilustrasi pemilu. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - KPU menjelaskan tata cara pemilihan dalam Pilkada 2020 di tengah wabah virus corona (Covid-19).

Komisioner KPU, Dewa Raka Sandi, mengatakan bahwa pemilih yang bersuhu 38 derajat Celcius dilarang masuk tempat pemungutan suara (TPS).

"Dalam hal terdapat pemilih yang memiliki suhu tubuh di atas 38 tidak diperbolehkan masuk ke area TPS dan diarahkan untuk memberikan suara di tempat khusus di luar TPS dengan didampingi oleh orang lain yang dipercaya oleh Pemilih dan mengisi surat pernyataan menggunakan formulir C Pemberitahuan KWK," ujar Raka yang disiarkan secara online, Sabtu (6/6).


Tanggapi Unggahan KPU, Said Didu: Semoga Anda Semua Masih Berakal Sehat

Raka mengatakan bahwa pemilih setiap TPS maksimal 500 orang.

"Masih tentang pemungutan dan pemilihan suara dalam kondisi non-bencana alam. Jumlah pemilih di dalam pemilihan dalam kondisi bencana non alam paling banyak 500 orang. Pemilih di dalam lokasi TPS pada satu waktu paling banyak 12 pemilih yang diatur sesuai dengan protokol kesehatan," ujarnya.

Kemudian, alat coblos juga perlu dibersihkan secara berkala dan pemilih juga menggunakan sarung tangan.

"Kemudian pemberian suara menggunakan alat coblos yang telah disediakan berupa paku. Dalam menggunakan alat coblos pemilih menggunakan sarung tangan sekali pakai. Sebelum digunakan oleh pemilih, alat coblos wajib disterilisasi dengan disinfektan oleh petugas KPPS," jelas Raka.

DPD RI Ingatkan KPU untuk Bertangungjawab Bila TPS Jadi Klaster Baru Covid-19

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex