logo


Terbukti Jual Masker N95 Palsu, Perusahaan China Digugat Kementerian Hukum AS

"Gugatan tersebut dijatuhkan karena mereka tidak peduli terhadap keamanan masyarakat Amerika Serikat," ujar salah seorang agen FBI, Douglas Korneski

6 Juni 2020 14:00 WIB

Masker N95
Masker N95 istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kementerian Hukum AS dikabarkan baru saja melayangkan gugatan kepada sebuah perusahaan asal China usai menjual hampir setengah juta masker N95 palsu dan tidak sesuai standar kepada sejumlah pembeli asal AS pada bulan April lalu, saat negara tersebut tengah menghadapi situasi pandemi Covid-19.

Dalam surat gugatan yang diterima oleh pengadilan tinggi New York, kementerian tersebut menyatakan bahwa perusahaan yang berbasis di Guangdong, King Year Packaging and Printing telah mengirimkan tiga batch masker N95 yang diperlukan untuk melindungi tenaga medis dari penularan virus Covid-19, kepada sejumlah importir AS.

Perusahaan asal China tersebut mengklaim telah mengirim 495,200 masker yang sesuai dengan standar N95 dan telah mendapatkan sertifikasi dari NIOSH. Namun klaim tersebut terbukti palsu.


Joe Biden ke Trump: Saya Pikir Anda Dapat Mengalahkan Kebencian

"Gugatan tersebut dijatuhkan karena mereka tidak peduli terhadap keamanan masyarakat Amerika Serikat," ujar salah seorang agen FBI, Douglas Korneski, dikutip dari scmp pada Sabtu (6/6).

Ia menyebut bahwa perusahaan China tersebut memalsukan peralatan medis hanya untuk mencari keuntungan tanpa memperdulikan resiko yang akan diterima oleh para petugas medis yang berada di garis depan dalam melawan wabah Covid-19 di AS.

Facebook, Twitter dan Instagram Kompak Hapus Postingan Trump Terkait George Floyd

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex