logo


Trump Gunakan Militer untuk Tangani Aksi Protes George Floyd, Begin Tanggapan NATO

Pimpinan NATO menilai keputusan Trump tersebut seharusnya menjadi langkah terakhir

6 Juni 2020 11:15 WIB

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Sekertaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, mengaku sangat khawatir atas rencana Trump untuk menerjunkan pasukan militer guna mengatasi gelombang aksi protes atas kematian George Floyd. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut seharusnya menjadi pilihan terakhir.

"Hak untuk berekspresi secara bebas, hak untuk menggelar aksi demonstrasi secara damai, merupakan bagian fundamental dari kehidupan demokrasi dan hal tersebut adalah intinya," kata Stoltenberg dikutip dari Sky News pada Sabtu (6/6).

"Mengerahkan personil militer selalu menjadi pilihan terakhir," imbuhnya.


Iran Bersiap Hadapi Gelombang Kedua Wabah Covid-19

Ia mengaku insiden kematian George Floyd di tangan sejumlah oknum kepolisian sangat membuat dirinya terkejut.

"Saya terkejut, kita semua tentunya terkejut, dengan kematian George Floyd, dan saya ingin menyampaikan rasa duka cita saya kepada pihak keluarga dan komunitasnya," ujar Stoltenberg.

Pernyataan Petinggi NATO tersebut senada dengan Sekretaris Pertahanan AS, Mark Esper, yang pada awal pekan ini menyebut bahwa pasukan militer seharusnya hanya digunakan dalam keadaan darurat dan mendesak.

 

India-China Sepakat Akhiri Konflik Wilayah Perbatasan secara Damai

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex