logo


Iran Bersiap Hadapi Gelombang Kedua Wabah Covid-19

Jumlah kasus kembali meningkat usai Iran mencabut kebijakan lockdown

6 Juni 2020 10:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Sejak 1 Juni lalu, jumlah kasus baru Covid-19 di Iran telah mencapai lebih dari 3000 kasus dimana pada Kamis (4/6) kemarin, jumlah kasus yang terjadi sebanyak 3,574. Hal itu memicu sebuah tanda peringatan bahwa Iran harus bersiap untuk menghadapi gelombang kedua wabah Covid-19, usai melonggarkan kebijakan lockdown.

"Ini merupakan tanda yang mengkhawatirkan," ujar Mansoureh Bagheri, direktur palang merah Iran dikutip dari Al Jazeera pada Sabtu (6/6).

Ia menyebut salah satu faktor peningkatan jumlah kasus Covid-19 adalah karena banyak pihak yang meremehkan situasi pandemi Covid-19 dan hanya sedikit dari masyarakat yang menerapkan protokol sosial distancing, termasuk melakukan perjalanan antar daerah.


Dapat Peringatan soal Lockdown, Presiden Brazil Malah Mengancam Bakal Keluar dari Keanggotaan WHO

"Masyarakat menganggap (wabah) virus Corona telah berakhir," ujar Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki.

"Wabah belum berakhir, dan setiap saat bisa kembali lagi, lebih kuat daripada sebelumnya," imbuhnya.

Disisi lain, sejumlah pihak menilai meningkatnya jumlah kasus baru bukanlah kesalahan dari masyarakat saja.

"Hal ini 100 persen terjadi karena kebijakan yang salah," ujar Kamiar Alaei, seorang pakar kesehatan Iran sekaligus Presiden Institut Kesehatan dan Pendidikan Internasional di Albany, New York.

Ia menilai keputusan untuk melonggarkan lockdown di Iran diambil tanpa memperhatikan tingkat laju penyebaran virus Covid-19.

"Tidak ada koordinasi antara keputusan pemerintah dengan tingkat penyebaran kasus," tambahnya.

Perancis Sebut Pasukannya Berhasil Tewaskan Petinggi Al Qaeda Afrika Utara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×