logo


Minta Penista Agama Ditindak Tegas, FPI: Jelas Ada Unsur Adu Domba

Ahmad Shobri menilai tak ada ketegasan tindakan hukum dari aparat.

5 Juni 2020 16:09 WIB

Ketua Umum FPI, KH. Ahmad Shobri Lubis
Ketua Umum FPI, KH. Ahmad Shobri Lubis Portal Islam

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama), dan Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menilai pemerintah tidak berhasil mengatasi penistaan agama yang semakin marak belakangan ini.

Ketua Umum FPI, KH. Ahmad Shobri Lubis menganggap kasus penodaan terhadap agama dan tokohnya kian ramai dalam lima tahun terakhir. Ia menyebut tak ada ketegasan tindakan hukum dari aparat terkait hal ini.

"Kami menuntut tindakan hukum yang tegas dari aparat penegak hukum terhadap para pelaku penodaan dan penistaan agama oleh orang yang sama silih berganti menista Tuhan, Rasul, kitab suci, agama dan para ulama. Perlakuan semacam ini jelas ada unsur adu domba yang akan berakibat benturan horisontal di masyarakat," kata Ahmad Shobri dalam keterangannya, Kamis (4/6).


Sebut Pemerintah Totaliter, FPI: MPR atau DPR Jangan Hanya Jadi Stempel Rezim!

Selain itu, pemerintah saat ini juga disebut gagal mengantisipasi arus masuk Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang semakin masif. Padahal, tingkat pengangguran rakyat sedang tinggi.

Ahmad Shobri mengatakan pemerintah seharusnya mengutamakan rakyat untuk memperoleh pekerjaan dibanding mendatangkan TKA dari China.

"Pemerintah segera menghentikan masuknya Imigran atau TKA asal China, sekaligus segera memulangkan imigran atau TKA yang berkerja tanpa izin, termasuk di dalamnya yang masa berlaku izin kerjanya telah habis,” ujar dia.

“Berikan peluang seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia untuk mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia, karena saat ini dengan terjadinya PHK maka rakyat sedang butuh lapangan pekerjaan untuk menafkahi diri dan keluarganya," tegasnya.

Dituding Langgar UU soal Pembatalan Haji, Ini Kata Kemenag

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex