logo


Ekonom Sebut AS Tak Akan Rusak Kesepakatan Dagang Fase I dengan China

"Pemerintahan Trump akan fokus pada ekonomi saat ini dan tidak akan merusak kesepakatan fase I, sehingga resiko perang dagang China-AS untuk melanda perekonomian global tampaknya tidak akan terjadi dalam prediksi kami," ujar Morgan Stanley

5 Juni 2020 14:59 WIB

Donald Trump dan Xi Jinping
Donald Trump dan Xi Jinping Kompas Internasional

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Amerika Serikat tampaknya tidak ingin 'merusak' kesepakatan dagang fase I dengan China, meskipun tensi antara kedua negara kian meningkat pada beberapa pekan belakangan. Hal tersebut disampaikan oleh ekonom Morgan Stanley pada Jumat (5/6).

Pada bulan Mei lalu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia mengaku dilema terkait apakah akan segera mengakhiri kesepakatan fase I. Pernyataan Trump tersebut memunculkan kekhawatiran jika kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut akan melanjutkan perang dagang mereka yang mengakibatkan kerusakan ekonomi secara global.

"Pemerintahan Trump akan fokus pada ekonomi saat ini dan tidak akan merusak kesepakatan fase I, sehingga resiko perang dagang China-AS untuk melanda perekonomian global tampaknya tidak akan terjadi dalam prediksi kami," ujarnya dikutip dari CNBC pada Jumat (5/6).


Australia Larang Aksi Protes 'Black Lives Matter'

Sementara itu, Tommy Xie, pakar ekonomi yang bekerja di OCBC, mengatakan bahwa status kesepakatan fase I masih dalam kondisi tergantung menyusul AS belum berniat untuk memberi tambahan waktu bagi China untuk membeli produk-produk AS.

"Pada tahun lalu, kekhawatiran utama ada pada urusan dagang, namun pada tahun ini...kita melihat semakin banyak isu yang terjadi antara AS dan China," ujarnya.

Teror Bom, Perusahaan Advertising Terbesar di Jepang Evakuasi Kantor Pusat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex