logo


Australia Larang Aksi Protes 'Black Lives Matter'

"Mereka tak bisa memberi jaminan (penerapan) sosial distancing secara aman, dan jumlah (pendemo) pun terlalu banyak," kata Gubernur negara bagian New South Wales, Australia, Gladys Berejiklian

5 Juni 2020 13:30 WIB

Aksi Demo atas insiden kematian warga kulit hitam AS, George Floyd, ditangan oknum petugas polisi
Aksi Demo atas insiden kematian warga kulit hitam AS, George Floyd, ditangan oknum petugas polisi istimewa

SYDNEY, JITUNEWS.COM - Gubernur negara bagian New South Wales, Australia, Gladys Berejiklian, pada Jumat (5/6) mengumumkan bahwa pemerintah setempat telah secara resmi mengeluarkan larangan adanya aksi protes 'BlackLivesMatter' yang akan digelar di Sydney.

Pernyataan tersebut dikeluarkan menyusul adanya prediksi dari pihak kepolisian setempat bahwa setidaknya 10 ribu massa akan turut serta dalam aksi protes atas kematian George Floyd itu.

Berejiklian mengatakan bahwa aksi yang akan digelar di Sydney tersebut "terlalu besar untuk dilanjutkan" dan mengaku khawatir para pendemo tidak akan mengindahkan protokol sosial distancing yang diberlakukan di masa pandemi seperti saat ini.


UNESCO Mengecam Insiden Pembunuhan Seorang Jurnalis AFP di Yaman

"Mereka tak bisa memberi jaminan (penerapan) sosial distancing secara aman, dan jumlah (pendemo) pun terlalu banyak," ujarnya dikutip dari Sputnik pada Jumat (5/6).

Aksi protes yang rencananya digelar pada Sabtu (6/6) tersebut sebelumnya telah mendapat persetujuan dari otoritas setempat karena rencananya hanya akan dihadiri oleh 500 orang saja.

"Saya meminta kepada ribuan orang yang akan ikut dalam aksi protes tersebut, mohon, jangan lakukan hal itu," imbunya.

Sebelumnya, PM Australia Scott Morrison pada Kamis (4/6) menyatakan bahwa ia menolak adanya aksi protes karena menurutnya insiden tersebut adalah kasus yang terjadi di luar Australia.

Hubungan Kembali Memanas, Baghdad Desak AS Tarik Pasukan Militer dari Irak

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia