logo


NasDem Desak Kejagung Dan Polri Usut Tuntas Kasus Impor Tekstil Ilegal

Menurutnya Komisi III dalam waktu dekat, akan meminta penjelasan Jaksa Agung RI dan Kepolisian terkait pengusutan dugaan kasus korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai tahun 2018-2020.

4 Juni 2020 19:08 WIB

Eva Yuliana
Eva Yuliana Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana mendesak Kejaksaan Agung dan Bareskrim Mabes Polri serius menangani kasus impor tekstil premium ilegal.

Menurutnya Komisi III dalam waktu dekat, akan meminta penjelasan Jaksa Agung RI dan Kepolisian terkait pengusutan dugaan kasus korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai tahun 2018-2020.

“Kita harapkan setelah reses berakhir, Kejagung dan Bareskrim bisa kita hadirkan di DPR sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik dan transparansi penegakan hukum di Indonesia,” ujar Eva di Jakarta, Kamis (4/6/2020).


Pengoperasian SIBINA Tunggu Instruksi Tiga Menteri

Eva berharap Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri dapat memberikan masukan bagi Bea Cukai dan Kementrian Perdagangan agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.

Dalam hal ini, Eva menambahkan bahwa kasus impor ilegal melalui pelabuhan tikus di batam sudah sering terjadi.

“Kemendag periode lalu sebenarnya sudah melakukan pengetatan, namun rupanya pandemi covid19 dijadikan celah oleh perusahaan yang tidak bertanggung jawab,” lanjut Eva.

Menurutnya import ilegal tekstil tersebut memiliki dua kerugian bagi Indonesia. Dimana kerugian pertama yaitu negara tidak mendapatkan bea masuk dari produk tekstil ini.

“Kedua, import ilegal tekstil ini merugikan industri tekstil dalam negeri, baik itu perusahaan maupun UMKM. Apalagi di tengah pandemi covid 19 industri tekstil tidak bergeliat seperti biasanya,” pungkasnya..

Sebelumnya dua rumah pejabat Bea Cukai Batam digeledah tim penyidik Jampidsus Kejagung RI. Penggeledahan terhadap dua rumah milik petinggi Bea Cukai Batam ini merupakan tindak lanjut dari penyidikan kasus dugaan penyelundupan 27 kontainer berisi tekstil impor premium yang diamankan di Pelabuhan Tanjungpriok, Maret 2020 lalu.

Seluruh kontainer bertolak dari Pelabuhan Batuampar, Batam. Dari 27 kontainer, faktur pengiriman menyebutkan 10 kontainer diimpor oleh satu perusahaan. Sementara itu, 17 kontainer lainnya diimpor oleh perusahaan lain asal Batam.

Temuan 27 kontainer itu milik PT FIB (Flemings Indo Batam) dan PT PGP (Peter Garmindo Prima) oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok.

Temukan 133 Pinjaman Online Ilegal, Edukasi Penting Dilakukan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex