logo


Standard Chartered dan HSBC Dukung Otoritas China Terbitkan UU Keamanan Nasional untuk Hong Kong

Kedua bank tersebut meyakini bahwa UU tersebut akan mampu membuat situasi sosial ekonomi Hong Kong menjadi lebih stabil

4 Juni 2020 15:25 WIB

Standard Chartered dan HSBC
Standard Chartered dan HSBC Al Jazeera

HONG KONG, JITUNEWS.COM - Bank Standard Chartered dan HSBC dikabarkan mendukung upaya pemerintah China untuk menerapkan UU Keamanan Nasional baru pada Hong Kong.

Chief Eksekutif HSBC Asia Pasifik, Peter Wong, menandatangani sebuah petisi yang mendukung kebijakan tersebut

"HSBC menghargai dan mendukung semua undang-undang yang dapat menstabilkan tatanan sosial Hong Kong," demikian pernyataan HSBC yang diunggah ke sosial media di China pada Rabu (3/6), dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (4/6).


India-China Kian Memanas, Kedua Negara Tingkatkan Pasukan di Wilayah Perbatasan

Senada dengan HSBC, StandChart juga menyatakan bahwa mereka meyakini UU tersebut mampu membantu menjaga stabilitas ekonomi dan sosial dalam jangka panjang di Hong Kong.

Meski berpusat di Inggris, kedua bank tersebut diketahui memiliki fokus utama di kawasan Asia. Keuntungan yang didapat oleh HSBC pada 2019 lalu, 49% diantaranya dihasilkan dari pasar Asia, sedangkan StandChart tercatat mendapat keuntungan 68 persen dari kawasan Asia.

Sementara itu, Will Howlett, seorang analis di Quilter Cheviot, salah satu pemegang saham di HSBC menilai langkah Peter Wong tersebut memunculkan resiko HSBC ditunggangi oleh kepentingan politik.

"AS tidak lagi menganggap Hong Kong sebagai wilayah yang otonom dari China dan ada resiko bahwa HSBC menjadi sepakbola politik usai Peter Wong menyatakan mendukung UU Keamanan Nasional baru itu," ujarnya.

China Peringatkan Inggris untuk Tak Interfensi Masalah Hong Kong

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia