logo


China Peringatkan Inggris untuk Tak Interfensi Masalah Hong Kong

Jubir Kemenlu China meminta Inggris untuk meninggalkan mindset kolonial mereka, dan mengakui bahwa Hong Kong telah kembali kepada China

4 Juni 2020 14:58 WIB

Hong Kong
Hong Kong international director

HONG KONG, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Inggris, Borris Johnson, dikabarkan akan memberi penawaran jutaan warga Hong Kong visa dan kemungkinan pemberian status warga negara Inggris jika China benar-benar memberlakukan UU Keamanan Nasional baru untuk Hong Kong.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri China buka suara. Mereka menuding rencana Inggris tersebut muncul karena mereka masih memiliki mental kolonial.

"Kami sarankan pemerintah Inggris untuk mundur, dan meninggalkan mentalitas perang dingin dan gagasan kolonial, serta mengakui dan menghargai fakta bahwa Hong Kong telah kembali kepada China," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian dalam sebuah konferensi pers dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (4/6).


Seorang Pelajar di Jepang Bunuh Dua Anggota Keluarganya dengan Senjata Panah

Zhao mengatakan bahwa "London harus segera menghentikan interfensi mereka pada Hong Kong dan masalah dalam negeri China, atau mereka akan menghadapi dampak buruk."

Sebagaimana diketahui, AS dan Inggris telah memanaskan situasi Beijing dengan melontarkan kritikan atas rencana China dalam menerapkan UU Keamanan Nasional di Hong Kong. Mereka menuding UU tersebut dapat menghancurkan status semi-otonom Hong Kong dan membatasi kebebasan negara kota tersebut.

India-China Kian Memanas, Kedua Negara Tingkatkan Pasukan di Wilayah Perbatasan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex