logo


Mantan Sekretaris Pertahanan AS Sebut Donald Trump Sedang Memecah Belah Rakyat AS

Ia menilai langkah Trump menerjunkan pasukan militer guna mengatasi gelombang protes atas kematian George Floyd dapat memicu perang saudara

4 Juni 2020 11:25 WIB

Patung Liberty
Patung Liberty istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mantan Jenderal Angkatan Laut yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Pertahanan AS, James Mattis, mengecam langkah Presiden Donald Trump yang menerjunkan pasukan militer untuk mengatasi gelombang aksi protes atas kematian George Floyd.

Ia menilai langkah tersebut sebagai upaya Trump untuk memecah rakyat AS. Ia bahkan menyamakan upaya Trump tersebut dengan apa yang telah dilakukan oleh tentara Nazi pada jaman perang dunia kedua silam.

"Instruksi yang diberikan departemen militer AS kepada pasukan sebelum invasi Normandia mengingatkan prajurit bahwa slogan Nazi untuk menghancurkan AS adalah dengan memecah dan menaklukkan. Jawaban kami adalah 'Dalam sebuah persatuan ada kekuatan.' Kita harus menyuarakan persatuan untuk mengakhiri krisis ini - yakin bahwa kita lebih baik daripada tokoh-tokoh politik kita," ujarnya kepada Majalah Atlantic, dikutip dari BBC pada Kamis (4/6).


Aksi Protes Kematian George Floyd, China dan Iran Serang Balik AS

"Donald Trump adalah presiden pertama dalam hidup saya yang tidak mencoba untuk mempersatukan rakyat AS, ataupun setidaknya berpura-pura mencobanya. Namun, ia malah berusaha untuk memecah belah kita," imbuhnya.

Mattis bahkan menilai, upaya menerjunkan militer dapat memicu gelombang konflik lanjutan.

"Respon tersebut, seperti yang kita saksikan di Washington D.C, menimbulkan sebuah konflik...antara militer dengan masyarakat sipil," ujarnya.

Hasil Otopsi Keluar, George Floyd Dinyatakan Positif Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex