logo


Hasil Otopsi Keluar, George Floyd Dinyatakan Positif Covid-19

Meskipun terinfeksi Covid-19, namun George Floyd tidak menunjukkan adanya gejala apapun

4 Juni 2020 11:15 WIB

George Floyd
George Floyd istimewa

MINNEAPOLIS, JITUNEWS.COM - Petugas medis di RS Hennepin County baru saja merilis hasil laporan autopsi atas kematian George Floyd. Laporan tersebut menyatakan bahwa George Floyd terbukti terinfeksi Covid-19. Kendati demikian, bukan berarti virus tersebut menjadi faktor utama penyebab kematian seorang warga kulit hitam AS tersebut.

Dalam hasil laporan autopsi, petugas yang melakukan pemeriksaan mendiagnosa bahwa Floyd tak sadarkan diri saat oknum polisi menindihnya. Ia kemudian mendapat pertolongan medis di TKP dan langsung dibawa ke ruang gawat darurat RS Hennepin HealthCare (HHC), namun sayangnya usaha tersebut sia-sia. George Floyd dinyatakan meninggal dunia.

Hasil laporan yang dirilis tersebut menyebut jika George Floyd telah terbukti terinfeksi Covid-19 pada 3 April lalu, namun hingga kematiannya, ia tetap tidak menunjukkan gejala apapun.


Gelar Pertemuan Vaksin Skala Internasional, PM Inggris Desak Semua Negara untuk Berkontribusi

Petugas autopsi menyatakan bahwa Floyd meninggal karena tindak pembunuhan usai ditemukan bukti adanya bekas tekanan pada bagian leher.

Di hari yang sama, kuasa hukum keluarga Floyd, Ben Crump, merilis temuan dari hasil otopsi independen yang telah dilakukan.

"Floyd meninggal usai adanya tekanan pada bagian arteri karotis yang menghambat aliran darah ke otak, dan adanya beban di bagian punggungnya menghambat kemampuan Floyd untuk bernafas," ujar Ben Crump dikutip dari CBS pada Kamis (4/6).

Floyd diketahui meninggal dunia saat ditanggap oleh empat petugas polisi Minneapolis. Keempat polisi tersebut kini telah dicopot dari jabatannya dan dijatuhi hukuman penjara, dan dijerat dengan pasal pembunuhan.

Aksi Protes Kematian George Floyd, China dan Iran Serang Balik AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex