logo


Imbas Demo George Floyd, Ahli Bedah Khawatir Muncul Gelombang Dua Corona di AS

Demonstrasi George Floyd berpotensi menjadi sumber baru penularan Covid-19

4 Juni 2020 08:04 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Aksi demonstrasi atas protes kematian George Floyd terjadi di puluhan kota dan negara bagian di Amerika Serikat (AS). Para demonstran terlihat tidak menggunakan masker dan mengabaikan physical distancing. Padahal tingkat penularan corona di Negeri Paman Sam tersebut tergolong tinggi.

Jenderal Ahli Bedah Amerika Serikat Jerome Adams memperingatkan akan munculnya gelombang kedua pandemi corona. Ia khawatir demonstrasi tersebut bisa menjadi sumber baru penularan Covid-19.

"Saya khawatir terhadap konsekuensi kesehatan masyarakat, baik individu dan institusi serta orang-orang yang protes dengan cara berbahaya bagi diri mereka sendiri dan bagi kelompok mereka," kata Adams kepada Politico dalam sebuah wawancara yang dilansir dari CNN, Rabu (3/6/2020).


Bantah Surabaya Berubah Jadi Zona Hitam, Khofifah Beri Penjelasan: Itu Merah Tua

"Berdasarkan cara penyebaran penyakit, selalu ada alasan terjadi klaster baru dan potensi wabah baru," imbuhnya.

Jangankan mengantisipasi munculnya gelombang dua pandemi corona. AS saat ini masih kewalahan dalam menekan penyabaran virus corona. AS tercatat sebagai negara yang memiliki jumlah kasus kematian corona tertinggi di dunia. Sampai saat ini, AS melaporkan kasus positif corona sebanyak 1.881.205 kasus, sementara yang meninggal sebanyak 108.059 kasus.

Kampus Diminta Berikan Masukan ke Pemerintah Terkait Penanganan Covid-19.

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati