logo


Ibadah Haji Resmi Dibatalkan, PPP: Dana Nasabah Tidak Boleh Diutak-atik, Kecuali...

PPP megingatkan agar dana haji tidak digunakan untuk memperkuat rupiah

4 Juni 2020 06:54 WIB

Achmad Baidowi
Achmad Baidowi Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pemerintah telah resmi mengumumkan pembatalan ibadah haji 2020. Hal tersebut, mengingat masih adanya wabah corona yang terus mengancam jiwa manusia.

Usai pemerintah mengumumkan pembatalan ibadah haji, muncul isu bahwa dana haji akan digunakan untuk memperkuat rupiah. Beberapa pihak pun mengkritik wacana tersebut, termasuk Sekretaris Fraksi PPP Achmad Baidowi. Ia mengingatkan agar dana haji tidak digunakan untuk memperkuat rupaiah.

Achmad Baidowi mengatakan bahwa dana haji tidak boleh diutak-atik oleh pemerintah. Dana haji bisa dikembalikan apabila jemaah memintanya.


New Normal, PPP Minta Pemerintah Lakukan Simulasi

"Dana nasabah tidak boleh diutak-atik, kecuali diminta sendiri oleh jemaah alias dikembalikan. Adanya informasi bahwa dana haji akan digunakan untuk penguatan rupiah itu tidak boleh dan harus dijelaskan kepada publik apakah informasi itu benar atau tidak, sehingga tidak menimbulkan informasi liar dan membuat resah," kata Achmad Baidowi seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (3/6/2020).

Begitu juga dengan Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat Syarief Hasan yang tidak setuju dana haji untuk memperkuat rupiah, termasuk untuk intervensi pasar. "Bank Indonesua seharusnya melakukan intervensi pasar dan memperkuat rupiah menggunakan dana cadangan devisa yang dimilii Bank Indonesia," kata Syarief Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Bantah Isu Dana Haji untuk Perkuat Rupiah, Kemenag Berikan Klarifikasi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex