logo


Tolak Ajakan Trump Kerahkan Pasukan, Kepolisian Texas: Lebih Baik Tutup Mulut Anda

Sejumlah gubernur dan pihak kepolisan tolak ajakan Trump

3 Juni 2020 08:38 WIB

Donald Trump
Donald Trump Business Insider

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengirim ribuan pasukan bersenjata lengkap untuk mengawal demonstrasi protes kematian Feorge Floyd. Pasalnya demonstrasi tersebut diwarnai aksi kerusuhan dan penjarahan.

"Saya akan mengirim ribuan tentara bersenjata lengkap, personel militer, dan petugas penegak hukum untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, perusakan, penyerangan, dan perusakan properti secara tidak segaja," ujar Trump seperti dilansir AFP, Senin (1/6/2020).

Menanggapi ancaman Trump tersebut, Kepala Kepolisian Houston, Texas, Art Acevedo mengaku menolak ajakan Trump untuk mengawal demonstrasi.  Ia menginginkan agar Trump tutup mulut apabila tidak bisa menenangkan keadaan dan meredam demonstrasi anti rasisme tersebut.


Tak Setuju Rusia Diundang ke G7, Presiden Kanada: Mereka Terus Melanggar Aturan dan Norma Internasional

"Kepada Presiden AS atas nama seluruh polisi di negara ini, saya katakan jika anda tidak memiliki sesuatu yang konstruktif, lebih baik tutup mulut anda," kata Acevedo saat diwawancarai oleh CNN, Senin (1/6/2020).

Hal senada juga dikatakan oleh Gubernur New York Andrew Cuomo yang secara tegas menolak untuk memobilisasi tentara dan aparat kepolisian untuk mengawal demonstrasi. Menurutnya, demonstrasi berjalan secara damai.

"Bahkan foto-foto dari Washington DC, mereka adalah pengunjuk rasa yang menggelar aksi dengan damai. Mereka adalah orang-orang muda, sebagian besar orang kulit putih di Washington, yang tersinggung dengan apa yang mereka lihat dengan pembunuhan Floyd," ujar Cuomo kepada jurnalis CNN, Erin Burnett.

Cegah Demo Kematian George Floyd, Trump Ancam Kerahkan Ribuan Tentara

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex