logo


Sebut Protokol Kesehatan Mudah Diterapkan di Masjid, JK: Berbeda dengan Mal atau Pasar

JK mengimbau jemaah masjid disiplin menerapkan protokol kesehatan

3 Juni 2020 05:21 WIB

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, saat memberikan pernyataan resmi di acara Delegasi Indonesia pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019, di Jenewa, Swiss, Rabu (15/5)
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, saat memberikan pernyataan resmi di acara Delegasi Indonesia pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019, di Jenewa, Swiss, Rabu (15/5) Kemlu

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengatakan bahwa protokol kesehatan lebih mudah diterapkan di masjid ketimbang tempat umum lainnya. Pasalnya, aktivitas di masjid maksimal hanya 30 menit.

"Saya ingin sampaikan bahwa masjid lebih mudah diatur protokol kesehatannya dibanding tempat lain seperti mal atau pasar. Karena orang ibadah di masjid biasanya paling lama 30 menit selesai. Berbeda halnya ketika kita pergi ke pasar atau mal ber jam-jam di sana," kaa Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Oleh karena itu, JK meminta masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan selama di masjid. Jemaah wajib menggunakan masker, membawa sajadah sendiri, dan menjaga jarak. Begitu juga dengan masjid yang difasilitasi pendingin udara seperti Air Conditioner (AC) agar dimatikan dan jendela tetap dibuka agar sirkulasi udara bisa masuk.


Masjid-masjid di Arab Saudi Kembali Dibuka untuk Jamaah, Haji dan Umrah Tetap Ditunda

Meski demikian, JK mengatakan bahwa masjid bisa dibuka kembali setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir. Hal tersebut sesuai dengan imbauan Menteri Agama Fachrul Razi.

"Ketika PSBB berakhir artinya kantor-kantor bisa buka, pasar-pasar, dan mal dibuka maka tempat ibadah juga pun bisa dibuka sesuai dengan keputusan Menteri Agama," pungkasnya.

 

Masjidil Haram Masih Ditutup, Masjid Al Aqsa Sudah Dibuka

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex