logo


Enggan Terapkan New Normal, Wali Kota Semarang: Lupakan Saja Lah

Waki Kota Semarang tidak akan menerapkan new normal

3 Juni 2020 04:55 WIB

Masyarakat menggunakan masker
Masyarakat menggunakan masker ist

SEMARANG, JITUNEWS.COM- Wali Kota Semarang, Hendar Prihadi mengatakan bahwa pihaknya belum akan menerapkan new normal atau tatanan normal baru di tengah pendemi corona. Pasalnya, kasus corona di Semarang terus melonjak.

"Kalau new normal secara keseluruhan diterapkan di Kota Semarang, sudah lupakan saja lah," kata Hendi sapaan akrabnya di Semarang, Selasa (3/6/2020).

Hendi mengatakan meskipun Kota Semarang telah memenuhi beberapa kriteria penerapan new normal. Namun angka reproduksi virus corona (Ro) di Kota Semarang masih tinggi.


Keuntungan yang Didapat oleh Lazada Meningkat Tajam Selama Masa Pandemi Covid-19

"Idealnya kalau mau menjalankan new normal, maka Ro harus di bawah angka 1. Tapi saat ini Ro kita ada di angka 1,47. Kalau kita kejar dari 127 orang menjadi 50 orang dalan lima hari, saya rasa ini sangat berat," jelasnya.

Meski demikian, Hendi berencana untuk menerapakan new normal secara parsial. Ada beberapa sektor yang kemungkinan bisa diterapkan new normal.

"Kalau bicara new normal nanti kita akan per sektor saja, dari sektor yang sangat mendesak. Dasarnya nanti sesuai dengan Menteri Agama dan juga beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dan disepakati oleh pengelola ibadah," ujarnya.

Sementara untuk penerapan new normal di sektor pendidikan, Hendi mengaku belum bisa memutuskan dalam waktu dekat. Pasalnya, hingga saat ini kegiatan belajar mengajar masih libur.

 

Soal New Normal, Pemerintah: Ini Bukan Sebuah Euforia

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex