logo


Kasus Teror Diskusi UGM, Komisi III DPR: Mari Kita Dukung dan Tunggu Kehebatan Polri

Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto mendukung Polri yang akan mengusut peristiwa teror kegiatan diskusi mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM).

2 Juni 2020 20:01 WIB

Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto.
Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto mendukung Polri yang akan mengusut peristiwa teror kegiatan diskusi mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM).

“Saya mendukung niat baik Polri untuk mengusut, serta mengungkap secara tuntas terhadap ancaman dan teror yang dilakukan di UGM,” ujar Didik di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Didik menyebut ancaman dan teror terhadap kebebasan ini menjadi persoalan yang sangat fundamental dalam hadirnya negara hukum yang demokratis.


Sindir Hidup Mahfud MD, Netizen: Bosen Banget Hidup Kayak Prof Mahfud...

Menurutnya teror dan ancaman ini bukan hanya pukulan berat bagi pecinta demokrasi, tapi bisa dianggap potret yang sangat memilukan dan memalukan wajah Indonesia sebagai negara hukum yang demokratis,” kata Didik.

“Terlebih lagi ancaman dan teror ini, nyata-nyata menafikkan dan mengabaikan fungsi kepolisian Indonesia, bahkan bisa dianggap menghina dan mengecilkan peran dan tanggung jawab Kepolisian secara Institusional,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Didik berharap pihak-pihak yang mendapatkan teror dan ancaman untuk bisa membantu Polri untuk mengungkap dengan tuntas kejadian yang sangat memalukan Indonesia sebagai negara hukum yang demokratis.

Dia juga meminta Polri segera merealisasikan secara serius secara transparan, profesional, akuntabel agar masyarakat bisa mengetahui secara utuh keseriusan Polri tersebut.

“Saya yakin dengan integritas, kapasitas, kapabilitas dan kompetensinya, ditambah dukungan politik termasuk dukungan anggaran yang besar terhadap Polri selama ini, untuk persoalan ancaman dan teror di UGM ini adalah persoalan yang tidak sulit untuk diungkap,” kata Didik.

“Mari kita dukung dan tunggu kehebatan Polri dalam menjaga negara hukum tang demokratis ini,” tukasnya.

Sebelumnya orang-orang yang terlibat dalam mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) yang dijadwalkan pada Jumat 29 Mei 2020 itu panen teror dan ancaman dari orang tak dikenal.

Berbagai bentuk teror dan ancaman mulai diterima nama-nama yang tercantum di dalam poster kegiatan, mulai pembicara, moderator, narahubung, hingga ketua CLS sejak Kamis 28 Mei 2020.

Sampaikan Orasi di UGM, Deputi IV Kemenko PMK Bicara Bisnis Digital

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex