logo


Arsul Sani: KPK Tidak Akan Berhenti Pada Kasus Nurhadi Saja

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, menyatakan bahwa kinerja KPK periode ini, perlu mendapat acungan jempol karena berhasil mengakap Nurhadi.

2 Juni 2020 13:22 WIB

Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani.
Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Komisi III DPR RI mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, Senin (1/6/2020) malam.

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, menyatakan bahwa kinerja KPK periode ini, perlu mendapat acungan jempol karena berhasil mengakap Nurhadi.

“Kasus Nurhadi ini termasuk kasus high profile. Hal ini disebabkan persepsi publik terhadap Nurhadi sebagai orang kuat yang sulit disentuh penegak hukum, terutama sewaktu masih menjadi pejabat utama MA RI,” ujar Arsul di Jakarta, Selasa (2/6/2020).


Harun Masiku Belum Tertangkap, Demokrat: Potret Buruk Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Dalam hal ini, Arsul meminta agar KPK tidak berhenti pada kasus yang menyebabkan Nurhadi menjadi tersangka saja.

Menurutnya kasus yang saat ini disidik hendaknya menjadi pintu masuk untuk menyelidiki kasus-kasus suap di dunia peradilan yang selama ini dipersepsikan masyarakat sebagai praktek mafia peradilan. Meski bisa jadi istilah mafia ini tidak pas karena masih harus dibuktikan lebih lanjut.

"Saya yakin, Firli Bahuri dan kawan-kawan di KPK tidak akan berhenti pada kasus yang menjerat Nurhadi saja,” kata Arsul.

Menurut Arsul, jika KPK berhasil mengembangkan kasus Nurhadi ini maka ini akan membantu dunia peradilan kita untuk mendapatkan peningkatan kepercayaan bukan saja dari masyarakat, tetapi juga dari dunia bisnis dan investor termasuk investor asing.

Lebih lanjut Arsul menyatakan bahwa ikhtiar-ikhtiar Mahkamah Agung dan lembaga peradilan jajarannya di bidang pelayanan publik berupa kemudahan berproses perkara dari tingkat pertama s.d. di tingkat MA!RI akan mendatangkan apresiasi yg lebih besar ketika praktek-praktek suap bisa dibersihkan dari dunia peradilan.

“Nah, karena itu tidak heran jika banyak elemen masyarakat juga berharap KPK tidak berhenti dalam kasus Nurhadi ini pada dugaan suap yang menyebabkannya menjadi tersangka,” tuturnya.

Untuk itu, Arsul menyarankan kepada KPK apabila Nurhadi mau bekerja sama, bersifat kooperatif, untuk membongkar kasus-kasus serupa mafia peradilan yang selama ini diyakini banyak elemen masyarakat, maka ia layak dipertimbangkan untuk mendapat keringanan tuntutan hukum.

"Kita semua berharap kepercayaan baik dari lingkungan dalam negeri maupun kalangan dunia luar terhadap peradilan kita terus meningkat, dan salah satunya dengan memastikan bahwa praktek suap tidak ada lagi dalam proses peradilan kita,” kata Arsul.

"Saya salut dengan kerja silent KPK pimpinan Firli Bahuri, tidak gaduh, tidak heboh tapi nyata," tukasnya.

Usai Jadi Buronan, Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Ditangkap di Jaksel

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar